Gendhis Siswi SMPN 1 Kalasan Sabet Emas di Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Kegiatan narapidana korupsi di Lapas Kelas II A Jogja ini unik, mereka meneriakkan antikorupsi melalui puisi
Harianjogja.com, JOGJA- Gerakan perang melawan korupsi selama ini didengungkan oleh masyarakat yang (mungkin) bebas dari kasus korupsi. Namun bagaimana gerakan serupa disuarakan oleh para koruptor yang sudah divonis bersalah.
Dengan suara lantang, perempuan berkaos biru dengan tulisan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jogja meneriakan tentang kehidupan koruptor dalam penjara karya RB Edi Pramono berjudul 'Dari Balik Jeruji'.
Bait demi bait puisi ia bacakan dengan penuh perasaan, disambut tepuk tangan para seniman dan puluhan koruptor di aula Lapas Kelas II A Jogja atau lebih dikenal Lapas Wirogunan, Selasa (15/3/2016), di tiap akhir bait yang dibacakan.
Ia adalah Fuji Istina, salah satu narapidana kasus korupsi di Lapas tersebut yang sudah mendekam sejak 2012 lalu.
Fuji terjerat kasus korupsi keuangan desa di Desa Guosari, Pajangan Bantul. Ia divonis empat tahun penjara dan denda Rp220 juta. Karena tak mampu bayar denda hukumannya ditambah dua tahun penjara. Tiap tahun ia pun tidak mendapat remisi gara-gara tak bayar denda.
Dalam kesempatan tersebut, Fuji juga mengungkapkan isi hatinya bahwa kasus yang menjeratnya hanya karena menjalankan tugas atas perintah atasan. "Saya adalah korban sistem dan perintah atasan," ungkapnya.
Menurutnya, tidak semua kasus korupsi memakan uang rakyat, "Banyak juga teman-teman kami di Wirogunan sini korban sistem," ujar Fuji.
Namun Fuji ikhlas menjalani hukuman tersebut. Dia juga setuju melawan korupsi karena korupsi bisa menyengsarakan rakyat, namun harus adil tanpa tebang pilih.
Selain Fuji, narapidana lainnya yang membacakan puisi adalah Pungky Sakuntala. Pembacaan puisi bertajuk "Gerakan Puisi Menolak Korupsi" itu dihadiri puluhan koruptor, di antaranya Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja Irfan Susilo, yang terjerat korupsi pengadaan Pergola.
Ada juga tepidana kasus pengadaan alat Kesehatan Rumah Sakit Jogja, Johan Hendarman, terpidana korupsi di PT. Jogja Tugu Trans (JTT) Purwanto, para terpidana kasus korupsi proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Acara tersebut diselenggarakan oleh para seniman yang tergabung dalam Penyair Menolak Korupsi (PMK), Sastrawan Jogja, dan Band Lapas Wirogunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data AI harus mempertimbangkan ketersediaan air, energi, dan konektivitas agar tak ganggu masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini, Kamis 8 Oktober 2026, tersedia di Nanggulan. Simak lokasi, jam layanan dan syarat perpanjangan.
Produksi beras Sleman meningkat, tetapi sektor pertanian masih menghadapi tantangan alih fungsi lahan, regenerasi petani, dan gagal panen.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Kamis 8 Oktober 2026, didominasi cerah berawan. Suhu Kota Jogja mencapai 33°C.
Kecelakaan 15 kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 91+900 B. Jasamarga siapkan jalur penyelamat di tiga titik.