Warga Gunungkidul Diminta Waspada Kebakaran di Musim Kering
Kemarau di Gunungkidul meningkatkan risiko kebakaran lahan. BPBD catat tiga kejadian sejak Mei dan imbau warga waspada.
Ilustrasi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). (JIBI/Solopos/Antara/Dewi Fajriani)
Kartu Indonesia Sehat masih menuai masalah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Paguyuban Kepala Dusun Gunungkidul Janaloka mempermasalahkan proses validasi Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Pasalnya hingga saat ini masih banyak warga yang sudah meninggal masih menerima jaminan, sementara warga warga yang tercecer sangat sulit masuk dalam pendataan yang dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Salah satu keluhan terkait dengan KIS, disuarakan oleh Kepala Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Sri Bekti Surono. Saat melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di ruang rapat pemkab, Selasa (29/3/2016), dia mengaku heran dengan Surat Edaran tentang pendataan warga miskin yang belum bisa masuk dalam jaminan kesehatan, yang saat ini dikenal dengan KIS. Surat tersebut berisi revisi bagi warga miskin tercecer yang bisa dimasukkan dalam KIS.
Namun setelah pendataan selesai dilakukan, Surono mengakui jika ratusan warga di desa Sambirejo yang belum bisa dimasukan. Hal itu terjadi karena blangko usulan ditolak oleh pihak kecamatan.
“Penolakan terjadi karena blangko permohonan kurang lengkap dan harus diganti. Selain itu harus dilengkapi dengan tanda tangan dari tim kordinasi penanggulangan kemiskinan Desa dan kecamatan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa kemarin.
Adanya penolakan itu, Surono mengaku berusaha melakukan revisi dan mengajukan permohonan lagi disertai dengan tanda tangan dari tim TKPKDes dan kecamatan. Namun demikian, pengajuan itu juga tidak membuahkan hasil karena ditolak dengan alasan sudah terlambat.
“Jelas kami kecewa, apalagi yang tidak masuk jumlahnya mencapai ratusan orang. Akhirnya berkas itu hanya ditumpuk di balai desa,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Gunungkidul meningkatkan risiko kebakaran lahan. BPBD catat tiga kejadian sejak Mei dan imbau warga waspada.
Penunjukan Paku Alam X sebagai Plh Gubernur DIY dijelaskan Sekda. Sultan HB X jalani medical check-up, pemerintahan tetap berjalan normal.
GIK UGM gelar Lebaran Seni 2026 dengan empat pameran, termasuk arsip 45 tahun perjalanan Garin Nugroho.
Prediksi Amerika Serikat vs Turki di Piala Dunia 2026, AS incar kemenangan ketiga meski sudah lolos.
Gempa magnitudo 7,2 mengguncang Jepang timur laut, melukai 4 orang dan menghentikan sementara layanan Shinkansen.
Rupiah menguat ke Rp17.943 per dolar AS dipicu turunnya harga minyak dunia dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.