Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Kediaman Partini di Dusun Pelem RT 01 RW 03 Desa Pundungsari, Semin yang tertimpa pohon nangka dan jati yang tumbang akibat angin kencang, Selasa (1/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)
Agin kencang dan hujan di Gunungkidul mengakibatkan pohon jati ambruk
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sebuah pohon jati ambruk dan menimpa rumah Sami’un, warga Desa Salam, Kecamata Patuk, Rabu (6/4/2016) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun mengakibatkan kerusakan rumah di bagian belakang.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Kamis (7/4/2016), ambruknya pohon jati terjadi karena hujan dan angin kencang di wilayah itu. Akibatnya jati di belakang rumah Sami’un ambruk dan menimpa bagian belakang.
“Embusan angin membuat pohon jati ambruk dan menimpa rumah saya. Beruntung bagian yang terkena hanya sedikit sehingga keluarga saya bisa selamat,” kata Sami’un kepara wartawan.
Dia menjelaskan, berhubung kejadian di waktu malam, proses bersih-bersih baru dilakukan kemarin pagi. Untuk proses pemotongan pohon, Sami’un mengaku tidak sendiri karena dibantu warga sekitar rumahnya.
Dikatakannya, jika dilihat secara sepintah jati yang ambruk terlihat kokoh. Namun saat dilihat bagian akar terlihat keropos karena adanya pembusukan dikarenakan kebanyakan air.
Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah Gunungkidul Budhi Harjo mengaku setelah mendapatkan laporan adanya pohon ambruk menimpa rumah warga langsung menerjunkan pertugas Tim Reaksi Cepat untuk melakukan evakuasi.
“Selain bantuan tenaga, kami juga memberikan bantuan logistik berupa makanan untuk kerja bakti bareng-bareng,” katanya.
Dia pun berharap agar warga tetap berhati-hati karena potensi bencana masih mungkin terjadi. Setidaknya untuk mengurangi potensi musibah rumah tertimpa pohon, masyarakat bisa melakukan pemangkasan terhadap dahan dan rating pohon di sekitar rumah yang sekiranya sudah rindang.
“Upaya ini untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko, karena kita tidak akan tahun kapan datangnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.