Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Tiang listrik di depan Pasar Sentolo dipindah (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Subsidi listrik akan diberikan sesuai sasaran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perusahaan Listrik Negara sejak 1 April lalu melaksanakan program tambah daya gratis untuk pelanggan 900 volt ampere (Va) ke 1.300 va. Sayangnya promosi ini kurang dilirik pelanggan, karena hingga sekarang baru ada 83 konsumen yang mengajukan permohonan.
Manajer PLN Area Wonosari Anang Iskandar mengaku hingga sekarang minat masyarakat untuk ikut program tambah daya gratis masih kurang. Hal itu bisa dilihat dari jumlah permohonan yang masuk. Dari 47.284 pelanggan dengan daya 900 va, baru 83 pelanggan yang mendaftar.
“Masih kurang, tapi kami akan terus melakukan sosialisasi,” kata Anang kepada Harian Jogja, Senin (2/5/2016).
Dia menjelaskan, program tambah daya gratis akan berlangsung hingga akhir tahun nanti. Guna meningkatkan animo masyarakat untuk dalam program ini, Anang berupaya semaksimal mungkin. Selain sosialisasi melalui media, spanduk atau penyebaran brosur, PLN juga memberikan surat kepada pelanggan yang sering dayanya tidak mencukupi untuk tambah daya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pelanggan untuk menambah daya menjadi 1.300 Va. “Pelanggan kita memang puluhan ribu, tapi oleh pusat ditargetkan ada 800an pelanggan yang mau meningkatkan dayanya,” ujarnya.
Sayangnya saat disinggung mengenai program tambah daya ini berkaitan dengan pengurangan subsidi listrik, Anang enggan berkomentar lebih jauh. Dia beralasan, program itu merupakan kebijakan dari pusat, sedang di daerah hanya bertugas melaksananan program tersebut. “Itu yang tahu pusat dan kami hanya menjalankan saja,” katanya.
Terpisah, salah seorang pelanggan asal Desa Siraman, Wonosari Anjar Ardityo mengaku tidak tertarik untuk mengikuti program tambah daya gratis dari PLN. Dia beralasan, dengan mengikuti program itu akan berpengaruh terhadap pembayaran listrik yang dikeluarkan setiap bulan. Pasalnya dengan daya yang lebih besar berpengaruh terhadap tarif pajaknya.
Alasan lain tidak ikut program itu, bahwa daya sebesar 900 VA yang digunakan saat ini masih mencukupi kebutuhan listrik di rumahnya. “Biar pun gratis saya kurang tertarik karena daya yang ada saat ini masih mencukupi,” kata Anjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.
Presiden ICAO mengapresiasi keselamatan penerbangan Indonesia. Skor audit mencapai 78,85%, di atas rata-rata global 70,6%.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.