Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Suasana kenduri yang dilakukan warga Kelor Kidul usai menggelar upacara bendera dengan pakaian SD yang dilakukan di kawasan Pantai Watukodok. Rabu (25/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Peringati konflik Watukodok, warga Gunungkidul menggelar upacara bendera dengan pakaian SD
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Kelor Kidul, Desa Kemadang, Tanjungsari memeringati satu tahun perlawanan terhadap investor yang ingin menguasai kawasan Pantai Watukodok.
Peringatan dilakukan dengan cara yang unik dengan menggelar upacara bendera dengan menggunakan seragam sekolah dasar.
Selain upacara bendera, peringatan juga dilakukan beberapa kegiatan seperti kenduri, gelar potensi pangan lokal, kegiatan bersih pantai hingga pemutaran film Rayuan Pulau Palsu.
Tokoh Masyarakat di Dusun Kelor Kidul Yahya Yusmadi mengatakan, rangkaian kegiatan yang digelar warga di Watukodok untuk memeringati satu tahun perlawanan terhadap investor. Hingga kini, masalah sengketa lahan yang terjadi belum menemukan titik temu.
“Apapun itu kami tetap menolak rencana penguasaan lahan yang dilakukan investor,” kata Yahya, Rabu (25/5/2016).
Dia menjelaskan, penyelenggaraan upacara dengan menggunakan pakaian SD merupakan bentuk esksistensi perlawanan dan sebagai bukti bahwa warga serius mempertahankan kawasan Watukodok. Sebab di awal-awal munculnya konflik, warga dipandang sebelah mata oleh investor karena hanya lulusan SD.
Warga dianggap perlawanan yang dilakukan akan sia-sia dan tidak bertahan lama. “Dulu kami sempat diremehkan, tapi nyatanya hingga sekarang [kemarin] warga terus melakukan perjuangan,” tuturnya.
Untuk diketahui, konflik Watukodok muncul dari rencana Enny Supiani yang membuat resor di kawasan tersebut. dasar pembangunan ini karena yang bersangkutan merasa memiliki kekancingan dari keraton sehingga akan memanfaatkan lahan itu. Sayangnya hingga saat ini, upaya terebut belum terelisasi karena mendapatkan perlawanan dari warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.