MBG di DIY Bukan Sekadar Makan Gratis, Edukasi Gizi Jadi Kunci
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Owner PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat (lima dari kanan) menyerahkan secara simbolis dana santunan bagi 1000 kaum dhuafa di Masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat (24/6/2016). (JIBI/Harian Jogja/dok. Pribadi)
Aksi sosial kali ini dari Sido Muncul
Harianjogja.com, SLEMAN- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga memberi santunan 1000 kaum dhuafa di Masjid (UIN) Sunan Kalijaga, Jumat (24/6/2016).
Hadir dalam acara tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi dan Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat. Santunan diberikan secara simbolis dari Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat kepada penerima santunan.
Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat berharap, santunan ini semoga bermanfaat dan bisa sedikit membantu meringankan beban mereka dalam menyiapkan Hari Raya Lebaran.
Selanjutnya Irwan Hidayat, menceritakan sejarah berdirinya jamu Sido Muncul. Usaha jamu tersebut, menurut dia, diawali dari Kampung Ketadan, Jogja. Untuk membantu pariwisata di Indonesia, Irwan Hidayat membuat iklan Sido Muncul dengan tema pariwisata yang dimulai dari pariwisata yang ada di Papua, kemudian Pelabuhan Bajo dan Jogja.
Selain itu, ia juga membantu para penderita katarak dengan menggelar operasi katarak di berbagai daerah yang ada di Indonesia. "Sekarang sudah ratusan ribu penderita katarak yang berhasil dioperasi diawali dari operasi katarak yang dilakukan TNI," kata Irwan melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (24/6).
Menurut Irwan, sebelumnya pada Minggu (14/6) PT Sido Muncul telah malaksanakan santunan 1000 dhuafa di Kabupaten Semarang dan sekitarnya yang dilaksanakan di Pendopo Agro Wisata Sido Muncul, Klepu, Semarang.
Sebagai perusahaan yang berpengalaman selama 65 tahun di industri herbal, dalam dua tahun terakhir Sido Muncul melakukan pengembangan untuk membuat minuman energi dari bahan herbal.
Maka bertepatan dengan bulan puasa 14 Juni 2016 lalu di area Jakarta Fair, Sido Muncul mengeluarkan produk baru Kuku Bima Energi Herbal dan Tolak Linu Mint yang merupakan pengembangan varian Tolak Linu Herbal dengan rasa mint sehingga rasa jamu hilang.
''Produk Kuku Bima Herbal diluncurkan karena trand masyarakat sekarang lebih menyukai yang herbal dan alami, dan ini yang pertama dan satu-satunya minuman energi yang menggunakan bahan herbal,'' jelas Dirut Sido Muncul, Sofyan Hidayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Striker Kroasia Ivan Mamut resmi gabung Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027. Simak profil, statistik gol, dan komentar Ardhi Tjahjoko.
Kelok 23 segera diuji coba. DPRD DIY mendorong Bantul dan Gunungkidul menangkap peluang ekonomi dari akses baru JJLS.
Kemenhaj menghapus lunas tunda ganti haji khusus untuk menutup celah jual beli antrean dan memastikan keberangkatan sesuai nomor porsi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya
Van Gastel tak menjadikan kemenangan PSIM atas Persebaya musim lalu sebagai acuan. PSIM kini membidik kemenangan perdana di Super League 2026/2027.