DISTRIBUSI ELPIJI : Kian Langka, Gas Melon Tembus Rp22.000 Per Tabung

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 04 Juli 2016 00:20 WIB
DISTRIBUSI ELPIJI : Kian Langka, Gas Melon Tembus Rp22.000 Per Tabung

Foto ilustrasi gas si melon (JIBI/Bisnis/Dok.)

Distribus elpiji 3 kg kembali dirasa langka.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gas elpiji kemasan tiga kilogram semakin sulit ditemukan di pasaran. Akibatnya harga gas bersubsidi ini mengalami kenaikan di atas harga normal. Bahkan harga gas melon ini mencapai Rp22.000 per tabung.

Sulitnya mendapatkan gas elpiji tiga kilogram salah satunya dirasakan oleh Heri Susanto, warga Dusun Purbosari, Kecamatan Wonosari. Dia pun mengaku terpaksa membeli tabung gas elpiji seharga Rp22.000 karena sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Mau bagaimana lagi. saya terpaksa membelinya karena jika tidak maka tidak bisa memasak,” kata Heri kepada wartawan, Minggu (3/7/2016).

Menurut dia, harga di luar kewajaran itu terjadi karena sulitnya mendapatkan gas tersebut. Heri mengakui untuk mendapatkan gas tersebut harus berkeliling ke sejumlah desa mulai dari Kepek Wonosari, Wareng, Wunung hingga ke Kecamatan Paliyan.

"“Sangat sulit. Setelah muter-muter di beberapa toko, saya mendapatkan gas itu di sebuah warung di Dusun Bansari, Wonosari,” ungkapnya.

Selama proses pencarian, Heri mengaku menemukan sebuah warung yang memiliki stok gas melon. Namun gas tersebut tidak boleh dibeli dengan alasan harus dibeli beserta dengan tabungnya seharga Rp140.000.

“Jelas saya keberatan dan mending cari ke tempat yang lain,” keluh dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online