Gunungkidul Kekurangan 936 Guru SD-SMP, Rekrutmen CPNS Terakhir 2020
Gunungkidul masih kekurangan 936 guru SD-SMP. Disdik menyebut pemenuhan tenaga pendidik bergantung pada anggaran dan kebijakan pusat.
Kemiskinan di Gunungkidul menjadi sorotan anggota DPD RI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Anggota DPD RI Hafidz Asrom memberikan perhatian serius terhadap tingkat kemiskinan di Gunungkidul. Untuk pengentasan ia mengaku siap memfasilitasi dengan pemerintah pusat.
“Akan kami bantu. Kedatangan kami ke sini [Gunungkidul] untuk mengumpulkan data terhadap potret kemiskinan atau pun penyebabnya,” kata Hafidz kepada wartawan, usai menjalani audiensi dengan Pemkab Gunungkidul, Rabu (3/8/2016).
Dia menjelaskan, proses penjeMbatanan ini menjadi sangat penting untuk perencanaan program pengentasan kemiskinan. Pasalnya upaya itu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus didukung oleh semua pihak mulai dari daerah hingga pemerintah pusat.
“Data-data yang kami bawa akan kami paparkan ke Bappenas. Mudah-mudahan langkah ini bisa menggerakan hati mereka untuk menjadikan Gunungkidul sebagai pilot project penanggulangan,” ujar Kader NU ini.
Sebagai langkah awal, Hafidz mengaku siap menggelar diskusi terkait dengan potret kemiskinan di DIY secara menyeluruh. Data dari BPS, provinsi ini termasuk wilayah termiskin di Indonesia, sehingga butuh penanganan.
“Yang jadi aneh, meski miskin faktanya angka harapan hidup di DIY tetap tinggi. Rencananya di bulan ini [Agustus] kami akan menggelar FGD untuk membahas masalah kemiskinan di kantor DPD perwakilan DIY,” tuturnya.
Dia menambahkan, untuk pengentasan kemiskinan diharapkan ada inovasi dari pemerintah daerah atau kabupaten. Kemajuan sektor pariwisata di Gunungkidul bisa menjadi salah satu senjata utama dalam penanggulangan.
Oleh karenanya, ia meminta agar bupati bisa menelurkan ide-ide baru sehingga perkembangan sektor ini bisa maksimal, dan ujung-ujungnya bisa berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kalau sudah punya ide, kita tinggal sambungkan dengan pusat sehingga program bisa berjalan lancar,” urainya.
Terpisah, Pejabat Sekretaris Daerah Gunungkidul Supartono menyambut baik kedatangan Anggota DPD RI. Dari dipertemuan itu, ada komitmen untuk mendukung rencana pemkab untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah lain. “Semua sudah kami paparkan ke Pak Hafidz dan secara prinsip mau memberikan bantuan,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk mengejar ketertinggalan itu sudah menyiapkan beberapa program, misalnya pengembangan Informasi Teknologi, pemanfaatan Lanud Gading hingga optimalisasi Pelabuhan Sadeng di Kecamatan Girisubo. “Mudah-mudahan dengan program ini bisa membuat Gunungkidul jadi lebih berkembang sehingga bisa sejajar dengan wilayah lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul masih kekurangan 936 guru SD-SMP. Disdik menyebut pemenuhan tenaga pendidik bergantung pada anggaran dan kebijakan pusat.
Sekitar 30 hektare sawah di Tirtohargo, Bantul, terdampak genangan akibat aliran Sungai Opak tersumbat. DKPP berkoordinasi untuk mengatasinya.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mendatangi Istana Kepresidenan di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Kemenkes mencatat 1,6 juta orang dicurigai mengalami gangguan penglihatan dari 34 juta peserta pemeriksaan mata program CKG.
Satyawan Pudyatmoko tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu pelantikan pejabat dan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.