Kemarau Panjang Justru Membawa Berkah bagi Petani Durian Gunungkidul
Kemarau panjang di Gunungkidul membuat buah durian lebih sedikit rontok dan tanaman tembakau tumbuh subur. Petani berharap panen lebih maksimal.
Siswa baru bersalaman dengan gurunya di SDN Nogopuro Depok Sleman, Senin (18/7/206). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Full day school yang diwacanakan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy mendapat tanggapan dari warga Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Gunungkidul Eko Pramono berharap agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan benar-benar melakukan kajian mendalam mengenai wacana penerapan full day school. Secara prinsip ia tidak memermasalahkan ide ini, namun tidak semua sekolah atau jenjang pendidikan bisa menerapkan kebijakan ini.
Dia mencontohkan, untuk pendidikan dasar, kebijakan ini dirasa sangat memberatkan. Tugas para siswa tidak hanya menuntut ilmu di sekolah, tapi juga bagimana berlatih berinteraksi dengan masyarakat secara luas. Jika sekolah lima hari ini diterapkan, anak-anak akan fokus di pelajaran, sedang waktu untuk berinteraksi sosial jadi berkurang.
“Ini yang harus diperhatikann juga. Mungkin dari sisi ilmu akan lebih pintar, tapi dari sisi interaksi sosial akan berkurang sehingga bisa berpengaruh terhadap kepercayaan diri anak-anak saat di luar sekolah,” kata Eko, Selasa (9/8/2016).
Dia pun menilai, kebijakan ini lebih cocok diterapkan untuk anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke atas karena dari sisi interaksi lebih matang ketimbang anak SD. Namun demikian tidak semua tempat bisa dilakukan pula karena juga harus melihat akses dan fasilitas yang dimiliki.
Khusus bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan tidak akan jadi soal, tapi untuk siswa di pedesaan akan timbul beberapa masalah, seperti akses transportasi hingga penyediaan pelayanan pendidikan selama proses pembelajaran berlansung.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid. Menurut dia, kajian mendalam dibutuhkan untuk mengetahui dampak terhadap kebijakan tersebut saat diterapkan. Salah satunya untuk mengetahui apakah model pendidikan ini cocok diterapkan di Gunungkidul.
“Kalau memang itu jadi keputusan maka kami siap menjalankan. Tapi sebelumnya, harus ada kajian mendalam sehingga potensi masalah bisa dikurangi,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Gunungkidul membuat buah durian lebih sedikit rontok dan tanaman tembakau tumbuh subur. Petani berharap panen lebih maksimal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Rachel/Febi kalah 16-21, 17-21 dari Treesa/Gayatri pada 16 besar Denmark Open 2026. Indonesia pun kehilangan seluruh wakil di ganda putri.
Malaysia menempati peringkat kelima Digital Nomad Visa Index 2026 dengan skor 82,9. Simak posisi Bali dan daftar 10 destinasi teratas.
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.