Gunungkidul Kekurangan 936 Guru, Disdik Tarik Tenaga dari Sekolah Swasta
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Direktur Pelaksana TiKi Jogja, Imam Soebekti saat memberikan bantuan air bersih kepada warga di Dusun Tegalweru, Tepus, Kecamatan Tepus, Sabtu (3/9/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kekeringan Gunungkidul menjadi perhatian TiKi yang memberikan bantuan air bersih
Harianjogja.com, JOGJA – Memeringati Hari Jadi ke-46, TiKi Jogja memberikan bantuan air bersih kepada warga Dusun Tegalwaru, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, di mana setiap tahun mengalami krisis air, terutama saat musim kemarau.
Direktur Pelaksana TiKi Jogja, Imam Soebekti mengatakan, bantuan air bersih yang dilakukan pada Sabtu (3/9/2016) merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun perusahaan ke-46.
Dalam peringatan itu, TiKi mengambil tema berbagi bersama, oleh karenanya setiap perusahaan cabang diminta untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial.
Menurut dia, masing-masing regional memiliki program yang berbeda. Namun khusus untuk wilayah Jogja, bantuan difokuskan untuk pemberian air bersih kepada warga di Tegaweru.
“Daerah lain ada yang melasanakan program santunan anak yatim dan lain sebagainya. Tapi di kita lebih ke bantuan air bersih,” kata Imam kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia, pemberian bantuan air bersih diharapkan bisa memberikan manfaat kepada warga. pasalnya bantuan ini sangat dibutuhkan, karena di wilayah Tegalweru merupakan daerah langganan kering saat kemarau.
“Kita salurkan bantuan sebanyak 15 tangki. Mudah-mudahan ini bermanfaat sehingga dana yang dialokasikan untuk membeli air bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain,” ungkap Imam.
Bersambung halaman 2
Sementara itu, Ketua RW 02, Dusun Tegalweru, Tepus Suparno mengucapkan terim kasih atas bantuan air bersih yang diberikan Tiki. Ini lantaran, bantuan tersebut bisa mencukupi kebutuhan air bersih warga.
“Rencananya bantuan akan disebar ke bak-bak penampungan yang ada, sehingga warga bisa dapat air dengan merata,” ujarnya.
Parno mengakui, Dusun Tegalwaru masuk daerah yang mengalami krisis air saat kemarau. Dampaknya, warga sering membeli dari tangki pengangkut air dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp100.000-120.000.
“Tergantung dari jaraknya. Kalau dipinggir jalan, satu tangkinya hanya Rp100.000, tapi kalau lokasinya jauh dari jalan raya biasanya ada tambahan biaya,” katanya.
Salah seorang warga Parlan mengatakan, di daerah Tegalweru sebenarnya ada sebuah sumber mata air yang diberinama Cluwakan. Hanya saja, sumber tersebut urung bisa dimanfaatkan karena jaraknya yang jauh sehingga air belum bisa masuk ke kampung.
“Sumber itu berada di tebing pantai selatan. Sebenarnya airnya juga sudah diangkat ke bak penampungan, namun berhubung jaraknya masih 4,5 km dari rumah warga, pompa yang digunakan tidak kuat sehingga air belum dimanfaatkan dengan baik,” ujar Parlan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Film The Longest Wait tentang perjuangan Timnas Indonesia tayang 28 Oktober 2026. Simak trailer dan pesan Jay Idzes untuk suporter Garuda.
PSIM Jogja memecat Jean Paul van Gastel setelah empat kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini berada di peringkat 16.
Rute jip wisata Gumuk Pasir Parangtritis dialihkan dari zona inti restorasi. Jalur baru menawarkan petualangan dan potensi agro wisata.
Simak informasi BSU 2026, perkiraan bantuan Rp900.000, kriteria penerima berdasarkan skema sebelumnya, dan cara mengecek status lewat JMO.
Motor MotoGP 2027 bermesin 850 cc dilaporkan mencatat waktu putaran mendekati motor 1000 cc. Ducati dan Aprilia menyoroti aspek keselamatan.