Ratusan SD Kekurangan Murid, Regrouping di Gunungkidul Terus Berjalan
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.
Kendaraan Angkutan Pedesaan terlihat keluar dari Terminal Semin. Meski sudah ada kendaraan yang masuk ke terminal, namun sampai sekarang Pemkab Gunungkidul belum membuka terminal secara resmi. Senin (26/9/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Terminal Semin kemungkinan belum dapat diresmikan akhir tahun ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Peresmian Terminal Tipe C Semin yang dijadwalkan akhir tahun ini kemungkinan molor. Sebab penyempurnaan bangunan dan penambahan fasilitas urung bisa dilakukan di tahun ini.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/07/04/infrastruktur-gunungkidul-hari-ini-terminal-semin-mulai-diujicoba-734866">INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Hari Ini, Terminal Semin Mulai Diujicoba)
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Sunarjo mengatakan, meski belum resmi dibuka, keberadaan Terminal Semin sudah mulai difungsikan. Hanya saja, operasional tersebut masih sebatas uji coba yang dilakukan sejak awal Juli lalu.
Dia menjelaskan, dari uji coba ini masih ada beberapa catatan yang harus disempurnakan, misalnya masalah lampu penerangan halaman terminal, toilet, papan nama terminal hingga pembangunan pagar sisi selatan. Untuk proses penyempurnaan, Sunarjo sudah melakukan estimasi anggaran dan proses tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp200 juta.
Namun alokasi ini sepertinya tidak bisa disediakan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2016. Hal itu terjadi karena adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Sebagai dampaknya, masing-masing SKPD harus melakukan rasionalisasi terhadap program kegiatan yang dimiliki.
“Anggarannya tidak ada, malahan dari rasionalisasi itu ada program kami yang dihilangkan,” kata Sunarjo kepada Harianjogja.com, Senin (26/9/3026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Haier akan meluncurkan produk rumah pintar berbasis AI di Indonesia secara bertahap untuk memperkuat pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Kemenhut mendorong hilirisasi 10 komoditas perhutanan sosial melalui pembentukan klaster untuk memperkuat pasar hingga ekspor.
Sleman mengusulkan 87 formasi CPNS kesehatan ke KemenPAN-RB dan menyiapkan rekrutmen 92 pegawai BLUD untuk memenuhi kebutuhan layanan.
Komunitas Ojol Solusi Bantul membagikan paket sembako kepada driver ojol yang sudah tidak bekerja sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian.