Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Bupati Gunungkidul Badingah saat meresmikan gedung baru RSUD Wonosari. Ia pun menyempatkan diri meninjau beberapa gedung baru dan menyapa sejumlah petugas pelayanan pendaftaran di ruang VIP Selasa (17/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pembangunan lift di RSUD Wonosari gagal lelang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari kembali harus menelan pil pahit. Setelah kegagalan melaksanakan lelang pembangunan Instalasi Bedah Sentral (IBS) senilai Rp4,8 miliar, rumah sakit pelat merah ini juga dibayang-bayangi kegagalan pengadaan instalasi lift senilai Rp740 juta.
Harusnya pemenang lelang instalasi itu diketahui pada minggu-minggu ini. Namun dikarenakan tidak ada rekanan yang memenuhi persyaratan maka proses tersebut dinyatakan gagal di lelang pertama, karena tidak ada pemenangnya.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Sekretariat Daerah Gunungkidul Hermawan Yustianto membenarkan adanya kegagalan lelang pertama dalam pengadaan lift milik rumah sakit. Hal itu terjadi karena rekanan yang mengajukan penawaran dinilai tidak memenuhi persyaratan oleh panitia lelang.
Dia menjelaskan, dalam proyek senilai Rp740 juta ini terdapat 14 rekanan yang melakukan pendaftaran. Namun saat lelang memasuki tahap penawaran, dari jumlah pendaftar yang masuk hanya satu yang menawar.
“Masalahnya penawaran yang diberikan tidak memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan gagal di lelang pertama,” kata Yustianto saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (12/10).
Mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah itu menjelaskan, adanya kegagalan lelang di tahap pertama, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen yang menangani proyek tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah pengadaan akan dilanjutkan atau tidak, mengingat waktu yang makin mendekati akhir tahun. Padahal, kata Yustianto, pengerjaan instalasi itu seperti yang tertuang dalam lelang pertama membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
“Kami sebenarnya bisa mengagendakan upaya lelang lagi. tapi untuk proses tersebut hingga ditentukan pemenangnya butuh waktu paling cepat sekitar 25 hari,” ujarnya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari Aris Suryanto tidak menampik adanya proses kegagalan lelang di kesempatan pertama untuk pengadaan fasilitas lift rumah sakit. Dia menjelaskan, kegagalan tersebut terjadi karena masalah teknis, karena rekanan penawar dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk ditunjuk sebagai pemenang.
“Mau bagaimana lagi, wong penawar tidak memenuhi persyaratan jadi tidak ada pemenangnya,” kata Aris. Kendati demikian, ia menegaskan proyek pengadaan akan jalan terus karena akan dilakukan lelang ulang hingga ditemukan pemenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.