RKPD Gunungkidul 2028: Sekolah dan Bansos Jadi Sorotan, Anggaran Harus Tepat Sasaran
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Satya Okta dengan sejumlah hasil produksi samurai di usaha pande besi miliknya. (Harian Jogja/ Mayang Nova Lestari)
UMK 2017 sudah ditetapkan, namun pekerja di Gunungkidul tidak yakin perusahaan akan menerapkannya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Gunungkidul Agung Margandi tidak menampik adanya pengusaha yang belum mampu membayar gaji sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Hal itu terjadi karena kemampuan pengusaha, dengan mempertimbangkan aspek keberlangsungan roda usaha.
Dia pun menilai besaran UMK tidak sepenuhnya menjadi patokan. Sebab penetapan upah lebih mendasar pada jalinan komunikasi antara pengusaha dengan pekerja yang bersangkutan.
“Ya kalau harus sesuai dengan UMK, saya yakin banyak pengusaha yang gulung tikar. Untuk itu, dalam penetapan lebih mendasar pada kesepakatan antara kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” ungkap Agung, Senin (31/10/2016).
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans Gunungkidul Sri Sarimukti. Menurut dia, meski masih banyak pengusaha yang belum membayar pekerja sesuai dengan aturan, namun faktanya hingga sekarag tidak ada laporan yang masuk ke dinas mengenai masalah gaji.
“Sampai saat ini masih aman-aman dan tidak ada laporan tentang keluhan berkaitan dengan upah,” katanya.
Sari pun menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi jika memang pekerja tidak puas dengan gaji yang diberikan. Hanya saja, aduan itu baru bisa ditindaklanjuti dengan disertai laporan resmi. “Kami tidak mau kalau hanya sekadar omongan karena surat aduan resmi yang dibuat menjadi dasar dinas untuk bertindak,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi keluarga korban dugaan perundungan di Pemalang dan mendorong penguatan komunikasi sekolah dengan orang tua serta pen
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
LBH Jakarta menyebut enam aktivis Greenpeace masih tertahan di Polda Metro Jaya setelah membentangkan spanduk di Bundaran HI, Selasa (20/10/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya pada Selasa, 20 Oktober 2026.