Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi korban kecelakaan. (active.com)
Kecelakaan Gunungkidul terjadi akibat pengendara sepeda motor nekat ngebut
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dua pengendara motor bertabrakan di Jalan Raya Tepus-Girisubo, tepatnya di Pertigaan SDN 4 Tepus, pada Minggu (20/11/2016) siang. Akibatnya salah seorang pengendara bernama Ito, warga Dusun Trosari 1, Tepus, Kecamatan Tepus tewas karena luka serius di bagian kepala.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kecelakaan yang berujung maut disebabkan pengendara kurang berhati-hati. Peristiwa nahas itu bermula saat Ito yang mengendarai Honda Grand nopol AB 3561 VK melaju kencang dari Desa Tepus menuju Desa Purwodadi.
Sesampainya di lokasi kejadian di mana kondisi jalan menikung korban terus mengeber motor yang digunakan dengan kecepatan tinggi. Tanpa sadar, dari arah berlawanan meluncur motor Yamaha Vega AB 2803 CW yang dikendarai oleh Edi Puji Riyanto. Akibatnya kecelakaan tak terhindarkan dan membuat tubuh Ito terpental ke jalan.
Untuk pertolongan, korban juga sempat dibawa ke RSUD Wonosari. Namun dikarenakan luka yang parah di bagian kepala, nyawa Ito tidak bisa terselamatkan. “Laka lantas ini sudah ditangani oleh Polres Gunungkidul,” kata Kapolsek Tepus AKP Yulianto kepada wartawan, Minggu kemarin.
Dia menjelaskan, dalam peristiwa tabarakan itu, Edi memiliki nasib yang lebih baik karena hanya mengalami luka ringan. “Untuk korban sendiri juga sudah diserahkan ke keluarga agar segera dikebumikan,” imbuh Yulianto.
Menurut dia, kecelakaan terjadi karena pengedara kurang berhati-hati. Untuk itu, mantan Kapolsek Girisubo ini berharap agar para pengendara lebih berhati-hati sehingga bisa terhindar dari kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.