Raperda RTRW Gunungkidul Disepakati, Investasi Bakal Lebih Terarah
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pekerja KPU Kota Yogyakarta merakit kembali kotak suara di Gudang Penyimpanan KPU Kota Yogyakarta di Tegalturi, Yogyakarta, Rabu (26/02/2014). Sebanyak 2812 kotak suara dirakit kembali untuk memenuhi logistik pemilu untuk 953 tempat pemungutan suara (TPS) se-kota Yogyakarta pada pemilu 2014. Perakitan dijadualkan akan selesai pada 6 Maret 2014.
Pemilu 2019 masih lama tetapi dipersiapkan sejak dini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemilihan Umum baru dilaksanakan di 2019, tetapi Komisi Pemilihan Umum Gunungkidul sudah mulai melakukan persiapan. Salah satunya dengan membentuk kader demokrasi di tingkat desa.
Untuk tahap awal, pelatihan kader demokrasi desa yang bertajuk kegiatan Rumah Pintar Pemilu (RPP) dilaksanaka di tiga desa, meliputi Desa Sambirejo, Ngawen; Sidoharjo, Tepus dan Plembutan, Kecamatan Playen. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.
Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ikhsan mengatakan, pelaksanaan kegiatan RPP akan dilakukan secara bergiliran. Kegiatan pertama dilakukan di Balai Desa Sambirejo, Ngawen, Kamis (1/12/2016). Selanjutnya kegiatan akan dilakukan di Desa Sidoharjo, Tepus pada Rabu (7/12/2016) dan di Desa Plembutan dilaksanakan pada Rabu (14/12/2016).
“Semua sudah kita persiapkan dan tinggal melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah disusun,” kata Ikhsan dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (2/12/2016).
Dia menjelaskan, peserta kegiatan RPP meruapkan warga desa setempat, di mana dalam setiap kegiatan dihadiri oleh 30 orang kader. Dengan pelatihan ini diharapkan kader desa dapat berperan aktif di pemerintahan desa, pada umumnya. Selain itu, dari pelatihan kader demokrasi ini mampu meningkatkan partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi. “Kalau sudah bisa berperan aktif, saya harap kader-kader ini siap menjadi penyelengara sebagai KPPS, PPS bahkan PPK dalam pemilu mendatang,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota KPU Gunungkidul Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Humas Yuda Ayu Mindarsih. Menurut dia, di tahap awal pelatihan kader demokrasi dilakukan di tiga desa sebagai percontohan. Jika kegiatan ini bisa berhasil, katanya, kegiatan serupa bisa dilaksanakan di desa-desa lain di Gunungkidul.
Dia menjelaskan, kegiatan rumah pintar pemilu ini memiliki banyak manfaat. Sebab dari kegiatan itu juga sebagai langkah kaderisasi dan regenerasi terhadap penyelenggara pemilihan yang ada. “Petugas-petugas yang ada saat ini tidak mungkin jadi penyelenggara secara terus menerus. Jadi upaya kaderisasi ini sangat dibutuhkan, salah satunya melalui kegiatan kader demokrasi ini,” kata Yudha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.