Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi di Seyegan
Harianjogja.com, SLEMAN -- Hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Seyegan dan Tempel, Sleman. Belasan pohon tumbang mengakibatkan sejumlah kerusakan sejumlah rumah warga.
Wilayah Seyegan merupakan lokasi paling parah diterpa angin kencang. Belasan pohon tumbang di wilayah Desa Margodado, Margokaton, Margomulyo dan Banyurip (Seyegan). Angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Banyurejo (Tempel).
Pohon gayam berdiameter 40 cm tumbang menimpa rumah Edi Sisworo warga Sonoharjo RT 04/ RW 12, Margokaton, Seyegan. Akibatnya, atap rumah Edi rusak. Tidak hanya itu, pohon tanjung berdiameter 30cm juga tumbang menimpa rumah Safek, warga Sonoharjo RT 01/ RW 22, Margokaton. Masih di desa yang sama, dahan pohon nangka berdiameter 20cm tumbang menimpa rumah Marto Sukarjo warga Bakulan RT 3 / RW 25 Margokaton.
Di Margomulyo, rumah Anang Setiawan warga Dusun Kregolan RT 03/RW 13 dan Ngadimin warga Kasuran Wetan RT04/RW19 juga rusak akibat tertimpa pohon. Begitu juga dengan rumah milik Sumiyono, warga Druju, Margodadi. Tak hanya itu, kandang kambing warga di Pete RT 2/RW 26 Margodadi, roboh akibat tertimpa pohon.
Angin kencang juga menumbangkan pohon di sejumlah ruas jalan. Seperti di perempatan Seyegan (Timur SMP Seyegan), jalan Kasuran, Jombor, Kebonagung, dan Dusun Mandan, Banyurip. Selain merusak rumah-rumah warga, pohon yang tumbang mengakibatkan jaringan listrik di wilayah tersebut mati.
“Tadi pohon yang tumbang sempat mengenai seorang pengedara motor yang lewat, perempuan, jatuh tetapi langsung pergi dan tidak mengalami luka,” kata Sumadi, warga Kasuran, Margomulyo, Rabu (3/1/2017).
Di Banyurejo, Tempel, rumah Ngatijo, warga Barongan RT 01/ RW 15, Bayurejo, rusak. Pohon munggur berdiameter 60cm juga tumbang menimpa rumah Iswanto, warga Nglengsi rt 04 rw 28, Banyurejo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Purbaya Yudhi Sadewa menunggu perhitungan BNPB sebelum menentukan tambahan anggaran untuk mitigasi bencana.
Akademisi Unpad menjelaskan erupsi sejumlah gunung api yang berdekatan waktunya tidak otomatis saling berkaitan karena sistem magmanya berbeda.
Wisata petik melon di Bugel, Kulonprogo, kembali buka Jumat 11 September 2026. Sebanyak 500 melon premium siap dipetik pengunjung.
BRIN mengimbau masyarakat dan nelayan tidak mengonsumsi ikan mati mendadak usai erupsi Anak Krakatau sebelum penyebabnya dipastikan.
BMKG menyebut arah angin berubah ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga sebaran abu Anak Krakatau mulai berkurang.