Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Relawan mengevakuasi sepeda motor yang tertimpa pohon beringin tumbang di simpang tiga Kronggahan, Mlati, Sleman, Senin (09/01/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Cuaca esktrem berupa angin kencang menimbulkan sejumlah korban
Harianjogja.com, SLEMAN – Sejak minggu pertama Januari 2017, wilayah Sleman tercatat sudah tiga kali mengalami bencana angin kencang. Jumlah kerugian materi sampai saat ini masih belum dihitung. Pemkab Sleman akan menanggung biaya pengobatan bagi korban bencana alam.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/10/cuaca-esktrem-pemkab-tanggung-seluruh-pengobatan-korban-783332">CUACA ESKTREM : Pemkab Tanggung Seluruh Pengobatan Korban
Bencana angin kencang terakhir terjadi pada Senin (9/1/2017). Dari jumlah tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat terdapat 81 titik lokasi dan 113 pohon yang tumbang yang tersebar di Gamping, Mlati, Sleman, Ngaglik dan Seyegan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 rumah warga, dua perkantoran dan empat unit kendaraan warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
Angin kencang Senin kemarin juga merusak satu gudang dan tempat usaha di Mlati serta kandang bebek milik Nurus Syaifuddin warga Blunyah, Trimulyo, Sleman. Tidak hanya menimbulkan kerusakan yang parah, angin kencang kemarin melukai sejumlah warga. Total terdapat tujuh warga yang mengalami luka-luka, satu di antaranya masih dirawat insentif di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).
Hujan dan angin kencang yang melanda kawasan Sleman, Kamis (5/1/2017) menimbulkan dampak kerugian yang tidak sedikit. BPBD Sleman mencatat ada sekitar 30 titik pohon yang tumbang dan 100 rumah warga (70 unit di Seyegan dan 30 unit di Mlati) mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon. Selain merusak rumah warga, beberapa fasilitas publik juga rusak. Termasuk tumbangnya pohon randu alas di pemakaman di Mangsel Kulon, Margomulyo, Seyegan.
Jumlah tersebut belum termasuk kerusakan yang ditimbulkan saat angin kencang melanda Rabu (4/1/2017). Pada peristiwa tersebut mencatat sebanyak 16 titik pohon tumbang di mana 12 di antaranya merusak rumah warga dan enam pohon lainnya tumbang melintang di jalan. Peristiwa tersebut juga menimbulkan korban jiwa, Suwandi, warga Sumberan, Sumberagung, Moyudan.
Dari ketiga peristiwa itu, total pohon yang tumbang sebanyak 325 pohon, 157 rumah mengalami kerusakan, enam unit bangunan lain (perkantoran, sekoah, kandang, tempat usaha) dan 18 unit tiang listrik rusak. Angin kencang juga mencederai setidaknya delapan orang, satu di antaranya meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.
Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz. Kapal yang masuk kawasan tersebut akan dimasukkan daftar sanksi.