PENEMUAN BAYI : Duh, Pembuang Bayi Masih Berstatus Pelajar

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 18 Januari 2017 20:20 WIB
PENEMUAN BAYI : Duh, Pembuang Bayi Masih Berstatus Pelajar

Ilustrasi bayi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Penemuan bayi di daerah Glagah, Gunungkidul.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polsek Tanjungsari berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Dusun Glagah, Kemiri, Tanjungsari. Diketahui jika pelaku pembuangan merupakan pelajar di Kota Wonosari. Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di mapolsek.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/11/bayi-dibuang-warga-temukan-bayi-di-depan-rumah-seorang-bidan-783487">BAYI DIBUANG : Warga Temukan Bayi di Depan Rumah Seorang Bidan

Kedua pelaku yang berinisial A dan S ini datang ke kantor polisi di antarkan oleh orangtua. Pengungkapan kasus ini bermula dari berita pembuangan yang menyebar dengan cepat sehingga sampai di telinga orang tua pelaku pembuangan. Akhirnya pada Selasa (17/1/2017), orang tua tersebut mendatangi mapolsek untuk mencari kebenaran tersebut.

“Memang benar dan setelah disesuaikan ternyata ada kecocokan,” kata Kapolsek Tanjungsari AKP Basuki Triyono kepada wartawan, Rabu (18/1/2017).

Dia mengungkapkan kedatangan pelaku ke mapolsek merupakan inisiatif pribadi. Keluarga takut dengan pembuangan tersebut sehingga ingin menebus kesalahan yang telah dilakukan.

“Kendati demikian, kami terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku,” ungkap mantan Kapolsek Semin ini.

Dari pemeriksaan awal, A dan S diketahui masih berstatus pelajar di Kota Wonosari. Motif pembuangan sendiri lebih kepada usur rasa malu karena memiliki anak dari hubungan tak resmi.

“Untuk sementara itu menjadi alasan kenapa orang tua tega membuang anak yang telah dikandung. Hal ini diperkuat si pelajar cewek sudah tidak masuk sekolah dalam beberapa bulan,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online