Generasi Muda Gunungkidul Dilibatkan dalam Isu Kesehatan Jiwa
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Harga akik anjlok berdampak terhadap jumlah perajin di Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anjloknya harga akik tak hanya berdampak terhadap jumlah perajin di Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong.
Pasalnya keberadaan showroom akik bantuan dari Sri Sultan HB X di pertengahan 2015 lalu juka terkena imbas. Sejak enam bulan yang lalu, tempat itu ditutup.
Penutupan showroom tidak lepas dari sepinya pengunjung ke lokasi tersebut. Dari sisi bangunan, tempat itu masih sangat representative. Namun gedung itu dalam posisi terkunci.
Kendati demikian, sejumlah koleksi kerajinan akik masih tersimpan rapi di etalase yang ada di dalam gedung. Sementara itu di bagian luar juga terdapat bongkahan-bongkahan batu alam sebagai bahan pembuatan kerajinan akik.
“Showroomnya sudah lama tutup,” kata salah seorang perajin akik di Dusun Sendang, Desa Sawahan, Komari kepada Harianjogja.com, di akhir pekan lalu.
Menurut dia, penutupan tempat pameran akik dilakukan karena daya tarik akik sudah mulai memudar. Berbeda saat di awal-awal pembangunan di 2015 lalu, harga akik masih sangat baik sehingga hampir setiap hari showroom dibuka. Namun kondisi tersebut berubah, seiring dengan turunnya minat public terhadap batu akik.
Sejak satu tahun terakhir, kata Komari, lokasi gedung pameran ini banyak tutupnya. Pembukaan showroom baru dilakukan saat ada pengunjung. Namun sejak tiga bulan lalu praktis berhenti karena tidak adanya pengunjung yang datang.
“Ya mau bagaimana lagi karena kalau buka juga tidak ada yang datang,” paparnya.
Pernyataan dari Komari ini diamini oleh Kinaryo, perajin akik asal Dusun Plarung, Desa Sawahan. Menurut dia, kondisi showroom saat ini mati suri karena ketiadaan aktivitas di tempat tersebut. “Kalau koleksinya masih ada, tapi kalau showroom buka itu sudah sangat jarang sekali,” katanya.
Menurut dia, turunnya harga akik berimbas banyak terhadap kehidupan pengrajin. Bahkan, sambung Kinaryo, bantuan mesin pembuat akik bantuan dari pemerintah juga terbengkalai karena tidak digunakan lagi. “Itu bantuan mesinnya masih disimpan di tempat adik saya dan tidak pernah dipakai lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sawahan Bowo Sutrisno mengatakan, pembangunan showroom akik di Sawahan merupakan bantuan dari Pemerintah DIY.
Adapun tujuan pembangunan itu tidak lepas dari potensi akik yang dimiliki sehingga membutuhkan lokasi untuk pemasaran. Showroom ini diresmikan bersamaan dengan peresmian Embung Sriten di Pilangrejo, Kecamatan Nglipar dan Embung Giripangung, di Desa Tambakromo, Ponjong pada 2015 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan internet terdampak penertiban kabel di Bandung. Tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober 2026.
Persela Lamongan ditahan De Red FC 2-2 di Stadion Surajaya. Gol menit akhir membuat tim Bima Sakti gagal mengamankan kemenangan.
Jadwal PSS Sleman vs Borneo FC dimajukan ke 27 Oktober 2026. Pieter Huistra siapkan rotasi dan menunggu perkembangan Frederic Injai.
BPBD Sumsel mengerahkan empat helikopter untuk melanjutkan pemadaman karhutla di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.