9.921 Penerima Bansos Gunungkidul Terindikasi Judol, Ini Cara Sanggah
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
Ilustrasi jembatan (Dok)
Infrastruktur Gunungkidul berupa pembangunan Jembatan Nguwot belum selesai juga.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Mandeknya proyek pembangunan Jembatan Nguwot, Desa Ngalang, Gedangsari di tahun ini tidak lepas belum selesainya masalah pembebasan lahan. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengalokasian sejumlah anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan jalan dari Nguwot menuju Desa Gading, Playen.
“Kita sudah alokasikan anggaran Rp1,68 miliar untuk pembebasan lahan. Mudah-mudhan di tahun ini pembebasan sudah selesai,” kata Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Madyarina Mulayningsih kepada Harianjogja.com, Senin (6/3/2017).
Menurut dia, upaya pembebasan harus dilakukan dengan teliti. Hal itu dibutuhkan agar pengadaan tersebut tidak menimbulkan masalah kelak di kemudian hari. Ningsih pun menjelaskan, anggaran RP1,68 miliar masih berupa pagu karena besaran penentuan harga pembebasan masih harus menunggu kajian dari tim appraisal independen.
“Sambil menungu kajian, kami juga harus menyiapkan berkas-berkas untuk proses pembebasan hingga sosialisasi terhadap warga terdampak,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pembuatan Jembatan Nguwot merupakan kewenangan dari provinsi. Namun dalam program ini, pemkab ikut berpartisipasi dalam upaya pembebasan lahan.
Dia menjelaskan, pemkab sudah melakukan pembebasan di 2015 lalu di area sekitar jembatan. Kelanjutan dari pembebasan itu, Pemerintah DIY melakukan pembangunan jembatan tahap pertama. “Itu bukan mangkrak karena pembangunan jembatan memang belum selesai karena saat ini baru tahap kesatu,” kata Eddy.
Menurut dia, untuk tahun ini tidak ada kelanjutan pembangunan jembatan dari Pemerintah DIY. Rencananya kelanjutan pembangunan baru dilakukan di tahun depan. “Jeda waktu pembangunan digunakan untuk pembebasan tanah sebagai jalan dari Jembatan Nguwot ke Gading [Kecamatan Playen] yang saat ini belum ada,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Eddy, pembangunan akses infrastruktur ini di Jembatan Nguwot nantinya akan terhubung dengan Jembatan Gebyong di Desa Ngoro-Oro, Patuk. Akses ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan arus lalulintas yang ada di jalur utama Patuk. Sebab di jalur baru itu akan terhubung antara wilayah Sleman dengan Gunungkidul.
“Ide awal pembangunan Jembatan Nguwot hanya sebagai penghubung antara Gedangsari dengan Patuk. Namun adanya program dari provinsi terkait dengan pembangunan jalur alternatif dengan wilayah Sleman, maka jalur dihubungkan menjadi satu kesatuan untuk mengurai kepadatan arus di jalur utama,” kata Eddy lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
Bareskrim Polri mengungkap jaringan judi daring lewat spam komentar media sosial. Tiga tersangka ditangkap dan dua orang masuk DPO.
Raperda Perlindungan Anak Magelang diarahkan memperkuat sistem terpadu, mulai pemenuhan hak, pencegahan, layanan, hingga rehabilitasi anak.
Kasus keracunan MBG berulang di Kulonprogo memicu evaluasi total. Tiga SPPG disuspensi dan diminta bertanggung jawab atas biaya medis korban.
Bawaslu DIY menyiapkan pengawasan Pemilu sejak regulasi disusun melalui kajian hukum, masukan PKPU, manajemen risiko, dan penguatan kapasitas.
BMKG Supadio mendeteksi 2.434 titik panas di Kalbar. Warga diminta waspada karena sebagian wilayah mudah hingga sangat mudah terbakar.