Sumber Sindon Gunungkidul Diperbaiki, 1.500 Warga Ditargetkan Terlayani Air Bersih
Revitalisasi Sumber Sindon di Gunungkidul dilakukan untuk membuka akses air bersih bagi 1.500 pelanggan baru PDAM Tirta Handayani.
Bantuan warga miskin di Gunungkidul dalam bentuk beras dianggap tidak layak makan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pil pahit harus dialami ratusan warga kurang mampu di Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. Pasalnya selain mengalami keterlambatan distribusi beras untuk warga prasejahtera (rastra), mereka juga harus menerima kualitas beras di penyaluran pertama dengan kualitas yang buruk.
Warga pun menolak beras bantuan tersebut dan dikembalikan ke Bulog selaku distributor. Kepala Desa Jurangjero, Yuniarti mengatakan di desanya ada 634 warga penerima manfaat. Dari jumlah itu, penyaluran rastra yang diberikan sebanyak 9,6 ton.
Sayangnya, kata Yuniarti, kualitas beras yang diberikan di tahap pertama 2017 tidak layak konsumsi. Hal itu terlihat dari kondisi beras yang warnanya kekuning-kuningan dan berbau apek hingga berkutu. “Pokoknya tidak layak konsumsi,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/3/2017).
Dia menjelaskan, penemuan beras tak layak konsumsi ini bermula saat pihak desa melakukan pengecekan terhadap beras kiriman dari Bulog. Dari sisi tampilan, Yuniarti mengaku sudah curiga karena warna berbeda dengan kiriman di tahun-tahun sebelumnya. “Setelah dicek ternyata benar dan beras itu tidak layak dikonsumsi sehingga kami tolak dan tidak jadi diberikan ke warga,” katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog terkait dengan masalah itu. Hasilnya Bulog berjanji akan mengirimkan beras pengganti. “Mudah-mudahan ini yang terakhir dan tidak terulang kembali di pengiriman-pengiriman selanjutnya,” imbuh Yuniarti.
Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, Suyono membenarkan adanya penolakan jatah rastra di Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. Penolakan dilakukan karena pihak desa merasa beras yang diberikan memiliki kualitas yang tak layak konsumsi. “Kami sudah mengecek dan ternyata benar,” katanya.
Dia mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan penggantian. Sebab dalam kesepakatan bersama ada klausul upaya pergantian jika ada penolakan terkait dengan kualitas beras yang akan disalurkan.
“Saya pun mengimbau kepada warga untuk mengecek kembali beras yang disalurkan. Kalau kualitasnya memang jelek, jangan diterima dan laporkan karena pasti akan ada upaya pengganti,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Revitalisasi Sumber Sindon di Gunungkidul dilakukan untuk membuka akses air bersih bagi 1.500 pelanggan baru PDAM Tirta Handayani.
Kota Jogja mengolah 209,97 ton sampah per hari menjadi bahan baku, kompos, produk daur ulang, hingga sumber energi.
Lupa membawa SIM saat Operasi Patuh 2026? Simak sembilan langkah aktivasi SIM Digital lewat aplikasi Digital Korlantas Polri.
Ballon d’Or 2026 digelar di London pada 27 Oktober dini hari WIB. Harry Kane dan Alexia Putellas masuk kandidat terkuat.
MotoGP Malaysia 2026 berlangsung 30 Oktober–1 November di Sepang. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, serta balapan Marc Marquez dan Veda Ega.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.