Sumber Sindon Gunungkidul Diperbaiki, 1.500 Warga Ditargetkan Terlayani Air Bersih
Revitalisasi Sumber Sindon di Gunungkidul dilakukan untuk membuka akses air bersih bagi 1.500 pelanggan baru PDAM Tirta Handayani.
Sejumlah relawan sedang melakukan pengamatan untuk melakukan pengeprasan terhadap batu besar yang menempel di Bukit Jentir, Sabtu (18/3/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Longsor Gunungkidul diantisipasi salah satunya dengan pengeprasan Bukit Jentir
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga terdampak tebing bukit yang ambrol di Dusun Jentir, Sambirejo, Ngawen dapat beraktivitas lebih tenang. Pasalnya, batu besar yang masih menempel di atas http://harianjogja.com/?p=802667" target="_blank">bukit Gunung Butak berhasil dikepras sehingga potensi longsor susulan dapat dikurangi.
Untuk pengeprasan batu di atas bukit ini melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, PMI dan juga relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul. Operasi penurunan batu ini berlangsung Sabtu (19/3/2017) mulai pukul 07.30-18.00 WIB.
“Kami bersyukur operasi penurunan berhasil dan berjalan dengan sukses dan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo kepada wartawan, Minggu (19/3/2017).
Dia mengungkapkan, di awal kajian pengeprasan ada potensi batu mengenai dua rumah milik warga. Oleh karenanya dalam operasi itu, warga sempat membuat pagar dari bilah bambu dengan tujuan sebagai pengaman.
“Ternyata bambu-bambu itu bermanfaat sebagai penahan. Reruntuhan batu memang sampai ada yang sampai di perkarangan warga, tapi tidak sampai mengenai rumah,” tuturnya.
Untuk pengeprasan batu dikerahkan sekitar 150 personel gabungan. Rinciannya, 70 orang bertugas di atas bukit untuk pengeprasan, 55 personel berjaga-jaga di bawah. Sedangkan 25 orang lainnya bertugas di pos pengungsian yang terletak di Balai Dusun Jentir. “Dengan dikeprasnya batu itu maka potensi longsor susulan bisa dikurangi,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Budhi, batu menempel yang berada di atas bukit tidak diturunkan semuanya. Menurut dia, pengeprasan hanya dilakukan untuk batu yang menjorok ke sisi utara dan berpotensi ambrol seiring adanya rekahan di batu tersebut.
“Memang di atas bukit masih ada batu yang menempel. Tapi berdasarkan analisa yang dilakukan batu itu aman dan jika runtuh tidak akan mengenai rumah warga,” ungkap Budhi.
Kepala Desa Sambirejo, Ngawen, Yuliasih Dwi Martini mengatakan, pasca pengeprasan batu besar yang ada di Bukit Jentir, warga dapat beraktivitas dengan tenang, tanpa dibayangbayangi adanya longsor susulan.
Sejumlah 28 Kepala Keluarga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. “Alhamdulillah semua sudah selesai dan warga telah kembali ke rumah,” katanya.
Menurut dia, pascahttp://harianjogja.com/?p=775599" target="_blank"> bukit ambrol pada Jumat (3/3/2017) lalu, 86 warga yang berada di sekitar lokasi diliputi rasa khawatir akan adanya longsor susulan. Hal ini tidak lepas dari keberadaan batu besar yang masih menempel di atas bukit.
“Batu itu yang dikhawatirkan warga. Jadi saat ada hujan deras warga di sekitar lokasi mengungsi ke balai dusun,” kata mantan Anggota DPRD Gunungkidul ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Revitalisasi Sumber Sindon di Gunungkidul dilakukan untuk membuka akses air bersih bagi 1.500 pelanggan baru PDAM Tirta Handayani.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.