WISATA SLEMAN : Protes Retribusi, Warga Bangun Makam di Tengah Jalan

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 05 April 2017 15:20 WIB
WISATA SLEMAN : Protes Retribusi, Warga Bangun Makam di Tengah Jalan

Sebuah makam dibangun di tengah jalan menuju objek wisata Kaliadem Umbulharjo Cangkringan Sleman, Selasa (4/4/2017). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)

Wisata Sleman di Kailadem diprotes warga terkait retribusi

Harianjogja.com, SLEMAN - Kebijakan penarikan retribusi untuk kawasan wisata Kaliadem sebesar Rp3.000, rupanya masih memunculkan persoalan. Warga yang mengelola wisata di Umbulharjo melakukan protes dan belum menyetujui kebijakan tersebut.

Protes yang dilakukan oleh warga pun tergolong unik. Mereka membangun sebuah makam di tengah jalan, sebelum masuk kawasan wisata tersebut. Makam jadi-jadian tersebut dibangun oleh warga pada Senin (3/4/2017) lalu. Pada makam tersebut tertulis, "rasa terima kasih bu kades atas kebijakannya". Hanya saja, pada Selasa (4/4/2017) siang tulisan tersebut sudah diturunkan.

Selain itu, tidak ada satupun petugas yang menjaga pintu masuk untuk menarik retribusi. Ruang retribusi yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Balai Desa Umbulharjo itu tidak terawat, tanpa pintu. Beberapa bagian kaca sudah hancur, berserakan di lantai.

Adapun aktivitas di bagian atas kawasan wisata tersebut berjalan seperti biasanya. Pengunjung yang datang dilayani oleh para pengelola di kawasan wisata tersebut.

"Ini bukan masalah setuju dan tidak setuju [aturan retribusi] tapi lebih pada masalah komunikasi yang belum berjalan dengan baik," kata Sriyono warga setempat, Selasa kemarin.

Hal senada disampaikan oleh Dukuh Pangkurejo Umbulahrjo Subagyo. Menurutnya, masalah yang terjadi hanya miskomunikasi saja antara warga dengan Pemdes Umbulharjo. "Komunikasi ada, cuma masih ada hal yang perlu dijelaskan kepada warga. Usulan sudah kami sampaikan ke Pemdes," ujarnya.

Menurutnya, warga tidak mempersoalkan pembagian hasil 60% Pemdes dan 40% Pemkab dari hasil retribusi tersebut. Meski demikian, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan penarikan retribusi dapat dilakukan.

"Retribusi tetap akan dilakukan hanya saja waktunya kapan, masih belum tahu. Kami masih menunggu respon yang diberikan Pemdes atas usulan yang kami ajukan," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Umbulharjo Suyatmi enggan berkomentar terkait belum dilaksanakannya penarikan retribusi di kawasan tersebut. Hanya saja, dia mengaku sudah melakukan rapat dengan warga. "Lain kali saja ya," kata Suyatmi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online