BPJS Ketenagakerjaan Jogja Sasar Pelaku Usaha Digital lewat Tokopedia
BPJS Ketenagakerjaan Jogja mengenalkan program perlindungan pekerja kepada pelaku usaha digital melalui kegiatan Tokopedia dan TikTok Shop.
Sebuah makam dibangun di tengah jalan menuju objek wisata Kaliadem Umbulharjo Cangkringan Sleman, Selasa (4/4/2017). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Sleman di Kailadem diprotes warga terkait retribusi
Harianjogja.com, SLEMAN - Kebijakan penarikan retribusi untuk kawasan wisata Kaliadem sebesar Rp3.000, rupanya masih memunculkan persoalan. Warga yang mengelola wisata di Umbulharjo melakukan protes dan belum menyetujui kebijakan tersebut.
Protes yang dilakukan oleh warga pun tergolong unik. Mereka membangun sebuah makam di tengah jalan, sebelum masuk kawasan wisata tersebut. Makam jadi-jadian tersebut dibangun oleh warga pada Senin (3/4/2017) lalu. Pada makam tersebut tertulis, "rasa terima kasih bu kades atas kebijakannya". Hanya saja, pada Selasa (4/4/2017) siang tulisan tersebut sudah diturunkan.
Selain itu, tidak ada satupun petugas yang menjaga pintu masuk untuk menarik retribusi. Ruang retribusi yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Balai Desa Umbulharjo itu tidak terawat, tanpa pintu. Beberapa bagian kaca sudah hancur, berserakan di lantai.
Adapun aktivitas di bagian atas kawasan wisata tersebut berjalan seperti biasanya. Pengunjung yang datang dilayani oleh para pengelola di kawasan wisata tersebut.
"Ini bukan masalah setuju dan tidak setuju [aturan retribusi] tapi lebih pada masalah komunikasi yang belum berjalan dengan baik," kata Sriyono warga setempat, Selasa kemarin.
Hal senada disampaikan oleh Dukuh Pangkurejo Umbulahrjo Subagyo. Menurutnya, masalah yang terjadi hanya miskomunikasi saja antara warga dengan Pemdes Umbulharjo. "Komunikasi ada, cuma masih ada hal yang perlu dijelaskan kepada warga. Usulan sudah kami sampaikan ke Pemdes," ujarnya.
Menurutnya, warga tidak mempersoalkan pembagian hasil 60% Pemdes dan 40% Pemkab dari hasil retribusi tersebut. Meski demikian, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan penarikan retribusi dapat dilakukan.
"Retribusi tetap akan dilakukan hanya saja waktunya kapan, masih belum tahu. Kami masih menunggu respon yang diberikan Pemdes atas usulan yang kami ajukan," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kades Umbulharjo Suyatmi enggan berkomentar terkait belum dilaksanakannya penarikan retribusi di kawasan tersebut. Hanya saja, dia mengaku sudah melakukan rapat dengan warga. "Lain kali saja ya," kata Suyatmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Jogja mengenalkan program perlindungan pekerja kepada pelaku usaha digital melalui kegiatan Tokopedia dan TikTok Shop.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.