Pupuk Indonesia Bangun Sumur Bor untuk 93 Petani di Mertelu
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Riski Ika Fauziah dan Relita Mahendarti, dua siswa SD Wonolagi Gunungkidul mengerjakan soal Ujian Nasional 2016, Selasa (17/5/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Jumlah peserta didik di Gunungkidul terus mengalami penurunan setiap tahunnya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jumlah peserta didik di Gunungkidul terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Salah satu indikasi ini dapat terlihat dari jumlah peserta Ujian Nasional tingkat SMP dari tahun ke tahun.
Data dari Dinas Pendidika Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat, untuk peserta UN tingkat SMP dan atau sederajat di tahun ini mencapai 9.960 siswa. Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 284 anak dibandingkan dengan peserta UN di 2016 yang mencapai 10.244 siswa.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid tidak menampik adanya tren penurunan jumlah peserta didik. Menurut dia, penurunan itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan bertahan hingga sekarang ini. “Jumlah penurunan yang terjadi fluktuatif setiap tahunnya,” kata Bahron kepada Harian Jogja, baru-baru ini.
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat jumlah siswa di Gunungkidul dalam tren menurun. Faktor pertama, fenomena ini terjadi karena adanyaa anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, misalnya dari SD ke SMP atau SMP ke SMA.
Sedang faktor lainnya, penurunan terjadi karena keberhasilan program Keluarga Berencana yang digalakkan Pemerintah Kabupaten. Bukti dari keberhasilan program itu, dapat dillihat dari jumlah anak yang sekolah di SD terus menurun. Penurunan jumlah murid di SD ini akan berdampak terhadap siswa di tingkat pendidikan selanjutnya. “Memang jumlah murid sejak dari SD sudah tidak banyak lagi,” ujarnya.
Menurut mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini, adanya penurunan jumlah siswa, khususnya di tingkat SD maka disdikpora membuat kebijakan penggabungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk efisiensi terhadap penggunaan anggaran yang dimiliki.
“Proses ini dilakukan tanpa alasan. Namun dalam prosesnya penggabungan dilakukan dengan kajian mendalam sehingga upaya tersebut tidak menjadikan masalah di masyarakat,” ungkapnya.
Makin berkurangnya jumlah siswa ini diakui oleh Eko Pramono, Kepala Sekolah SD Negeri Wonosari IV. Menurut dia, penurunan tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, namun menyebar merata di seluruh wilayah. Dia menyontohkan, di tempat ia mengajar, jumlah siswa di setiap kelas hanya mencukupi dan tidak sampai lebih dari 30 anak.
“Kebetulan kami juga bekerja sama dengan Balai Rehabillitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Ledoksari, Desa Kepek, jadi bisa saling mengisi sehingga jumlah siswa dapat memenuhi kuota rombongan belajar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, tarif mulai Rp12.000. Perhatikan perbedaan tanggal jadwal Pantai Drini.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Selasa 27 Oktober 2026. Simak jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 27 Oktober 2026, layanan reguler dan Xpress, waktu keberangkatan, kedatangan, serta durasi perjalanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja 27 Oktober 2026 tersedia dalam 12 keberangkatan dari Palur. Cek jam kereta di setiap stasiun menuju Jogja.