Pupuk Indonesia Bangun Sumur Bor untuk 93 Petani di Mertelu
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Aktivitas bongkar muat beras di Gudang Perum Bulog Divisi Regional DIY, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (18/4). (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Pemerintah Desa Kampung, Kecamatan Ngawen menagih janji Bulog untuk melakukan penyerapan gabah milik petani
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Desa Kampung, Kecamatan Ngawen menagih janji Bulog untuk melakukan penyerapan gabah milik petani. Desakan muncul dikarenakan pembelian hanya berlangsung sampai Maret, sedang hingga sekarang tindaklanjut penyerapan belum ada kejelasan.
Dampak dari penghentian ini, petani kembali menjual gabah hasil panen kepada tengkulak. Kepala Desa Kampung, Suparna mengungkapkan, penjualan gabah milik petani ke tengkulak tidak lepas dari stok yang dimiliki koperasi telah penuh sehingga tidak lagi menampung panen dari masyarakat.
“Harganya memang hanya beda tipis, tapi sesuai dengan janji dari Bulog untuk melakukan penyerapan. Maka kami minta itu ditepati, apalagi kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang kebijakan tersebut,” kata Suparna kepada wartawan, Kamis (27/4/2017).
Menurut dia, sejak dilakukan sosialisasi di awal tahun lalu, koperasi Mudah Cerdas telah menampung 22 ton gabah milik petani. Dari jumlah itu, Bulog telah membeli sekitar sepuluh ton. Namun sejak akhir Maret, pembelian tersebut dihentikan hingga sekarang, tanpa ada kejelasan pasti apa penyebabnya.
“Berdasarkan SK dari kementerian penyerapan hanya dilakukan sampai Agustus. Tapi dalam sebulan terakhir, Bulog tidak membeli lagi sehingga stok di koperasi menumpuk,” tutur dia.
Suparna mengakui, guna mengurangi stok gabah di gudang, pengelola koperasi terpaksa menjual ke tengkulak. Langkah itu diambil agar kondisi keuangan yang dimiliki tetap stabil, sehingga tidak mengganggu operasional.
“Kita harus ambil langkah itu karena modal yang dimiliki koperasi juga kecil. Hingga saat ini, koperasi sudah menjual ke tengkulak sebanyak enam ton. Jadi sisa gabah di gudang masih ada sekitar enam ton,” katanya lagi.
Menurut dia, harga yang ditetapkan tengkulak dengan Bulog hanya beda tipis. Para tengkulak menetapkan harga gabah Rp4.200-4.300 per kilogram, sedang untuk Bulog dipatok Rp4.350 per kg.
“Sebenarnya baik petani atau koperasi lebih memilih menjual ke Bulog karena timbangannya bisa lebih pas, ketimbang takaran milik tengkulak. Tapi mau bagaimana lagi, hingga sekarang [kemarin] Bulog belum melakukan penyerapan lagi,” ujarnya.
Terpisah, Anggota satuan kerja pengadaan gabah Bulog DIY, Ery Nurul Hilal menyampaikan, pihaknya masih melakukan evaluasi pengadaan dari gunungkidul. Evaluasi dilakukan menyangkut mamsalah kualitas hingga tingkat kesesuaian harga di pasaran. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat evaluasi telah selesai dilakukan sehingga penyerapan bisa dilanjutkan lagi,” katanya saat dihubungi kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 93 petani di Mertelu, Gunungkidul, mendapat bantuan sumur bor tenaga surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare saat kemarau.
Satpol PP Bantul menyoroti potensi geng sekolah memicu klitih. Pengawasan orang tua, pembinaan pelajar, dan patroli dinilai penting untuk pencegahan.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia enam jadwal pergi dan pulang dengan tarif Rp12.000.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 27 Oktober 2026, mencakup hujan ringan hingga potensi hujan petir. Simak suhu dan kelembapan tiap wilayah.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, tarif mulai Rp12.000. Perhatikan perbedaan tanggal jadwal Pantai Drini.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, Selasa 27 Oktober 2026. Simak jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.