Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Dua ekor kera ekor panjang berada di atap rumah warga Dusun Sureng I, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Jumat (7/4/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Dinas Pertanian dan Pangan mengaku sudah mendapatkan laporan adanya serangan kera ekor panjang di pertanian milik warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan mengaku sudah mendapatkan laporan adanya serangan http://m.harianjogja.com/?p=808135">kera ekor panjang di pertanian milik warga. Untuk mengantisipasi, para petani diajak untuk menanam tanaman buah sebagai cara agar kera tidak sampai merambah ke area pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, serangan kera ekor panjang terjadi di wilayah utara dan selatan. Beberapa daerah yang terserang di antaranya, Desa Pundungsari, Semin; Purwodadi, Tepus; Dusun Pyuyon, Pacarejo, Semanu, serta di wilayah lain seperti di Kecamatan Paliyan dan beberapa kecamatan lainnya.
Kendati demikian, sambung Bambang, cakupan luas serangan belum diketahui pasti jumlah kerugiannya. Hal ini terjadi karena, untuk membuktikan adanya serangan sangat susah. Selain itu, dari laporan yang ada, cakupan lahan yang dijarah relatif masih kecil.
“Memang ada di beberapa titik, baik di wilayah utara maupun selatan. Tapi untuk cakupannya masih kecil,” katanya kepada wartawan di akhir pekan lalu.
Menurut dia, meski belum memberikan dampak yang signifikan. Namun serangan tersebut harus dilakukan antisipasi dan hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh dinas pertanian dan pangan sendiri. Sebab pencegahan harus dilakukan lintas sektoral sehingga hasilnya dapat maksimal.
“Masalah ini terus berulang setiap tahunnya. Sebab serangan terjadi dikarenakan kawanan kera tidak lagi memiliki jatah pangan,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini.
Untuk langkah antisipasi selain melibatkan elemen dari lintas sektoral, Bambang juga mengajak para petani melakukan tanaman buah seperti jambu, talok hingga salam.
Dia menyakini, beberapa tanaman buah bisa dijadikan alternatif atau cadangan makanan kera sehingga dapat menghindarkan area pertanian menjadi ladang jarahan.
“Memang proses ini butuh waktu. Tapi kalau itu dapat dilakukan maka saya yakin akan memberikan hasil yang positif. Untuk itu saya mengajak petani melakukan penanaman tanaman buah di area pertanian,” kata Bambang lagi.
Salah seorang warga dusun Bonpon, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Widodo mengatakan, petani di dusunnya resah. Sebab, sejak beberapa bulan terakhir munculn serangan kera ekor panjang yang memakan apa saja yang ditanam petani di ladang. “Semua habis, mulai dari ketela, jagung dan tanaman lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Pangdam XXVI/Mataram menargetkan pembangunan markas permanen di Godean, Sleman, segera diproses setelah tahapan administrasi dan persiapan tuntas.
Persib Bandung menjamu Melbourne Victory pada 28 Oktober 2026 di ACL 2. Simak jadwal, posisi klasemen Grup E, dan informasi siaran langsung.
Moh Zaki Ubaidillah naik ke peringkat 25 dunia setelah menjadi runner-up French Open 2026. Leo/Daniel juga menembus 20 besar ranking BWF.
Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura absen dari Miss Universe 2026 di tengah perselisihan hak waralaba.
Simak kriteria penerima BSU berdasarkan aturan 2025, besaran bantuan, kelompok yang dikecualikan, dan cara memantau informasi BSU 2026.