Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Suhartono menunjukan sisa balon udara yang jatuh di atas rumahnya di Dusun Kedungdowo Kulon, Pampang, Paliyan, Senin (3/7/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Warga Dusun Kedungdowo Kulon, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan dikejutkan adanya sisa balon udara yang nyangkut di rumah warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Dusun Kedungdowo Kulon, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan dikejutkan adanya sisa balon udara yang nyangkut di rumah warga. Tidak ada korban dalam peristiwa ini, namun beberapa genting milik warga rusak karena tertimpa benda berdiameter sekitar 1,5 meter tersebut.
Pemilik rumah yang tertimpa sisa balon udara, Suhartono mengatakan, peristiwa jatuhnya sisa balon udara terjadi pada Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, ia mengaku sedang menyapu di halaman rumah dan tiba-tiba mendengar suara bergemuruh dari belakang rumah.
“Suara gemuruh ini diakhiri dengan benda jatuh tepat di atas rumah bagian belakang,” katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (3/7/2017).
Penasaran dengan benda misterius ini, Suhartono pun langsung melihat ke belakang rumah. Setelah dilakukan pengecekan di atas rumahnya terdapat sisa balon udara berdiameter 1,5 meter terbuat dari plastik transparan dengan tinggi sekitar dua meter.
“Saya tidak tahu benda ini berasal dari mana. Namun kejadian jatuhnya sisa balon udara merupakan yang pertama terjadi di wilayah Pampang,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, akibat kejadian itu beberapa genting yang dimiliki pecah karena tertimpa benda tersebut. Meski demikian, Suhartono mengaku bersyukur karena jatuhnya sisa balon udara tidak mengenai warga.
“Coba kalau kena manusia, pasti yang terimpa akan mengalami luka. Beruntungnya benda ini hanya jatuh di atas rumah,” imbuhnya.
Kabar jatuhnya balon udara ini sempat menarik perhatian masyarakat. Warga yang penasaran pun mendatangi lokasi untuk melihat sisa benda tersebut.
“Ternyata bentuknya seperti lampion terbang. Bedanya benda yang jatuh ini, ukurannya lebih besar,” kata Aji, salah seorang warga Pampang yang mendatangi lokasi.
Dia pun mengaku kaget dengan jatuhnya sisa balon udara di Dusun Kedungdowo Kulon. Aji menduga benda ini berasal dari luar daerah karena di masyarakat sekitar tidak ada tradisi menerbangkan balon udara saat perayaan hari raya Idulfitri.
“Biasanya yang menerbangkan balon udara berasal dari Kulonprogo dan Magelang. Tapi untuk di sini [Gunungkidul] hampir tidak ada tradisi itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas
Ditjen Imigrasi mendeportasi warga Tiongkok berinisial SS yang masuk red notice Interpol dan DPO terkait dugaan pencucian uang di negara asalnya.
Kia Carens EV membuka pemesanan awal di Indonesia mulai 26 Oktober 2026. Simak empat varian, estimasi harga, dan fitur unggulannya.