Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Armada tangki pengankut air milik BPBD Gunungkidul yang digunakan untuk penyaluran air bersih selama musim kemarau, Senin (10/7/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Sedikitnya tujuh kecamatan di Gunungkidul mengalami krisis air bersih saat musim kemarau
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya tujuh kecamatan di Gunungkidul mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Untuk mengantasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten mulai Senin (10/7/2017) melakukan penyaluran ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, ketujuh kecamatan yang mengalami kekeringan antara lain Panggang, Purwosari, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, dan Girisubo. Dari jumlah tersebut ada 45.230 warga terdampak yang berasal dari 32 desa.
“Kalau diperinci lagi warga terdampak berasal dari 254 dusun dengan jumlah 9.046 kepala keluarga,” kata Budhi kepada wartawan disela-sela pelepasan armada dropping air di Bangsal Sewokoprojo, Senin.
Menurut Budhi, untuk pelaksanaan dropping, BPBD telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta. Rencananya setiap hari dilakukan 28 kali penyaluran, dengan rincian di masing-masing kecamatan sebanyak empat kali.
“Guna mendukung program ini, kami siapkan tujuh armada truk pengangkut air untuk menyalurkan ke daerah-daerah terdampak,” ujarnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono menambahkan, untuk proses penyaluran pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan. Namun demikian, BPBD juga masih memberikan kesempatan kepada warga yang mengalami kekeringan untuk mengajukan bantuan.
Hanya, sambung Sutaryono, permintaan tersebut harus dilakukan secara resmi dengan mengajukan permohonan melalui pihak desa maupun dusun setempat. “Semua pengajuan harus dilakukan secara resmi,” katanya.
Ditambahkannya, untuk program penyaluran air bersih, BPBD juga akan melakukan koordinasi dengan pihak swasta. Hal ini dilakukan agar pemberian bantuan dapat efektif sehingga tidak ada tumpang tindih dalam proses penyaluran di satu tempat.
“Saya minta kepada seluruh perusahaan yang akan menyalurkan bantuan berkoordinasi dengan BPBD sehingga batuan dapat lebih merata,” kata Sutaryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas