Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Ilustrasi jalan tol (JIBI/Solopos/Dok.)
Jalan tol dinilai tak cocok diterapkan di DIY
Harianjogja.com, JOGJA -- Pernyataan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X terkait keberatannya terhadap pembangunan jalan tol di DIY mendapatkan respon positif dari jajaran pemerintah terkait.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=833746">JALAN TOL : Semua Pihak Dukung Larangan Jalan Tol di DIY
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Arief Budiono menjelaskan daripada jalan tol, konsep jalan bebas hambatan yang digadang-gadang oleh pemerintah pusat sebenarnya bisa jadi pilihan tepat bagi DIY. Dikatakannya, konsep jalan bebas hambatan sepintas memang mirip jalan tol. Hanya saja, jika jalan tol berbayar, tidak dengan jalan bebas hambatan.
"Semacam by pass. Bebas hambatan tapi tak berbayar," jelasnya, Jumat (14/7/2017)
Jika konsep jalan bebas hambatan itu diterapkan, kunci utama keberhasilannya terhadap lalu lintas ada pada simpang APILL. Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah meminimalkan jumlah traffic light di sepanjang jalan bebas hambatan tersebut.
"Kalaupun ada, jangan tempatkan jalan [bebas hambatan] itu melintasi traffic light, tapi buat semacam fly over," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,79% secara tahunan pada triwulan III 2026. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi salah satu pendorong utama.
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.
Bantul terpilih mewakili Indonesia sebagai nominator UNESCO Creative Cities Network 2027 bidang kerajinan dan seni rakyat.
Dinkes Kulonprogo mencatat pemenuhan nakes di Puskesmas baru 53,02%. DPRD mendorong pemerataan tenaga kesehatan dan psikolog klinis.
BPS mencatat 147,99 juta penduduk bekerja pada Agustus 2026. Pertanian menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan 41,73 juta orang.