Bursa Pilur Gunungkidul Diramaikan 3 PNS, Izin Cuti Sudah Terbit
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X (pegang kayu) saat melihat proses budidaya garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari. Sabtu (12/8/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Gunungkidul untuk garam didorong menghasilkan panen lebih baik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Petani garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari ditantang untuk memroduksi garam dengan kualitas premium. Hal ini disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat melakukan peninjauan budidaya garam di Pantai Sepanjang, Sabtu (12/8/2017).
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=842441">PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Lebih Menguntungkan, Sultan Tantang Petani Produksi Garam Premium
Untuk pengembangan, Sultan mengaku siap memberikan bantuan mulai dari penyediaan mesin pompa hingga bak penampungan air laut. Beberapa perlengkapan itu akan diberikan dengan tujuan agar proses produksi garam jadi lebih mudah.
“Nanti petani tidak harus mengambil air langsung dari laut karena dapat memanfaatkan pompa dan bak penampungan yang akan dibuat,” imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, di Gunungkidul terdapat dua lokasi yang dijadikan percontohan budidaya garam. Selain di Pantai Sepanjang, proses produksi juga dilaksanakan di Pantai Nguyahan, Desa Kanirogo, Saptosari. “Dua tempat ini harus saling bersinergi dan harus ada pengaturan dalam produksi. Tujuannya agar tidak dilakukan panen bersama sehingga harga garam tetap stabil,” pungkasnya.
Bupati Gunungkidul Badingah menyambut baik proses budidaya garam di Pantai Gunungkidul yang dilakukan oleh Pemerintah DIY. Menurut dia, di langkah awal proses budidaya di Pantai Sepanjang cakupan area lahan hanya seluas 1,5 hektare. Namun tidak menutup kemungkinan ada perluasan wilayah cakupan produksi. “Jika itu berhasil maka bisa saja ditambah area lahan untuk produksinya,” kata Badingah.
Dia mengungkapkan, untuk pemasaran para petani tidak perlu khawatir karena keberadaan pasar masih sangat terbuka sehingga dapat diterima masyarakat luas.
“Yang paling penting harus bisa menjaga kualitas. Untuk masalah pasar masih sangat terbuka karena tingkat kebutuhan belum sebanding dengan produksi yang dihasilkan,” ujarnya.
Terpisah Ketua Kelompok Petani Garam Pantai Sepanjang Winarto mengaku siap mengembangan potensi garam di Gunungkidul. Dia pun berharap agar budidaya ini dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus kembangkan dan mudah-mudahan berhasil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 26 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap banyak fitur canggih mobil jarang digunakan, termasuk teknologi keselamatan dan kenyamanan.
Perubahan aliran sungai membuat Pantai Baron Gunungkidul punya wajah baru dan menarik wisatawan. Pemkab meminta kawasan tetap bersih dan tertib.
Fajar/Fikri tetap di peringkat 2 dunia ranking BWF per 25 Agustus 2026. Sabar/Reza juga masuk 10 besar di posisi ketujuh.