Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Sejumlah barang bukti kecelakaan diparkir di halaman Unit Laka Polres Gunungkidul. Senin (18/9/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Lalu lintas Gunungkidul, jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang tewas meningkat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul mengalami kenaikan. Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul pun terus melakukan sosialisasi ketertiban berlalulintas untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=852616">LALU LINTAS GUNUNGKIDUL : Awal September, 57 Nyawa Meregang di Jalanan
Kepala Unit Laka Lantas, Polres Gunungkidul Iptu Kusnan Priyono menyampaikan selain masalah tren korban meninggal yang meningkat, terdapat pergeseran lokasi kecelakaan. Selama ini, lokasi rawan di dominasi di jalur-jalur utama seperti Jogja-Wonosari, Wonosari-Semin dan Wonosari-Tanjungsari. Namun, jalur sepi seperti di wilayah Tepus, Panggang dan Purwosari juga mulai memakan korban jiwa.
“Jadi sekarang lokasinya hampir merata dan tidak lagi terjadi di jalur yang ramai. Sebab jalur yang sepi pun dapat memakan korban jiwa,” katanya, Senin (19/9/2017).
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino menambahkan, untuk menekan angka kecelakaan tidak hanya dilakukan dengan memasang spanduk keselamatan berlalulintas. Namun upaya tersebut juga dilakukan dengan memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap keselamatan berlalulintas di sekolah.
“Upaya pencegahan atau sosialisasi keselamatan berkendara dilakukan sejak dini. Untuk itu, sasaran sosialisasi ditujukan ke anak-anak sekolah,” katanya.
Ditambahkan Ngadino, cara lain untuk menekan angka kecelakaan juga dilakukan dengan rutin menggelar razia. “Tujuan razia sebagai sarana mengingatkan pengendara untuk tertib lalulintas sehingga angka kecelakaan dapat dikurangi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.