Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Ilustrasi warga tenggelam.(GhanaCrusader.com)
Kecelakaan laut terjadi di wilayah Pantai Srakung, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, pada Senin (9/10/2017) sore
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kecelakaan laut terjadi di wilayah Pantai Srakung, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, pada Senin (9/10/2017) sore.
Akibatnya seorang pencari rumput laut bernama Sukianto,40, warga Desa Tileng, Girisubo hilang dan masih dalam pencairan anggota SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengatakan, hingga Selasa (10/10/2017) sore, tim terus melakukan pencarian terhadap korban laka laut di Pantai Srakung. Pasalnya sejak hilang pertama kali pada Senin sore, korban belum diketemukan.
“Tadi sempat ada anggota yang melihat jasad korban, tapi dikarenakan terhalang ombak proses evakuasi belum berhasil dilakukan,” kata Sunu kepada wartawan, Selasa kemarin.
Dia menjelaskan, hilangnya korban Sukianto karena terpleset saat mencari rumput laut di Pantai Srakung pada Senin sore. Saat kejadian, rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun karena ombak yang besar maka usaha tersebut sia-sia.
“Baru setelah hilang, warga melapor ke SAR. Dalam pencarian, kami menggunakan empat perahu dan puluhan relawan yang melakukan pencarian melalui darat,” ungkapnya.
Sunu pun menambahkan, proses pencairan belum membuahkan hasil karena faktor alam yang disebabkan karena tingginya gelombang. Namun demikian, ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menemukan jasad korban. “Untuk pencarian, kami tidak sendiri karena juga melibatkan warga sekitar dan juga relawan dari Basarnas,” papar dia.
Kepala Desa Pucung, Girisubo membenarkan adanya laka laut di kawasan Pantai Srakung. Menurut dia, peristiwa terjadi saat korban sedang mencari rumput laut di sekitaran pantai. “Dia terpleset dan terbawa arus hingga hilang. Untuk sekarang masih dalam pencarian,” katanya.
Adanya peristiwa ini, Bambang pun meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali. “Semua harus hati-hati karena jika sampai terjadi sesuatu dapat berakibat fatal,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis, 29 Oktober 2026. Tarif Rp12.000 sekali jalan, tersedia enam jadwal pergi dan pulang.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.