Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Salah seorang pengendara bermotor melintasi kubangan air di jalan menuju Pantai Poktunggal, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Selasa (17/10/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Akses jalan menuju Poktunggal butuh perbaikan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Sejumlah pengunjung mengeluhkan jalur menuju obyek wisata Pantai Poktunggal, di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Wisatawan berharap kondisi jalan diperbaiki sehingga mempermudah pengembangan kawasan di pantai tersebut.
Pantauan harianjogja.com pada Selasa (17/10/2017) lalu, kondisi jalan menuju Pantai Poktunggal belum sepenuhnya baik. Meski jalan sudah banyak dicorblok, namun belum semua titik tersentuh perbaikan. Sebab, masih ada titik yang berupa tatanan batu alam. Selain itu, di salah satu titik juga ada kerusakan yang lumayan parah sehingga menimbulkan kumbangan air saat musim kemarau.
Salah seorang pengunjung asal Kota Solo, Jawa Tengah Dedy Setyawan mengaku senang dapat berkunjung ke Pantai Poktunggal. Menurut dia, kondisi pemandangan di pantai masih sangat alami sehingga membuat penunjung betah bermain.
Namun demikian, meski kondisi di sekitar pantai menyenangkan, ada beberapa catatan. Salah satunya menyangkut akses menuju pantai. Menurut Dedy, kondisi jalan masih butuh perbaikan karena sudah banyak kerusakan. “Memang sudah ada corblok, tapi belum menyasar ke seluruh jalan ke pantai,” katanya Selasa (17/10/2017).
Dia mengungkapkan, kondisi jalan yang belum baik berpengaruh terhadap tingkat kunjungan. Pasalnya, belum semua kendaraan dapat masuk ke kawasan Pantai Poktunggal. Menurutnya, kendaraan berjenis mobil sedan harus berpikir ulang untuk masuk karena kondisinya yang masih belum memadai. “Dengan melihat kondisi yang ada, saya kira belum semua kendaraan dapat menjangkau pantai ini [Poktunggal],” katanya.
Dia pun berharap agar pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatikan. Salah satunya dengan melakukan perbaikan jalan menuju pantai. “Saya yakin kalau jalannya baik maka Poktunggal akan semakin terkenal karena pemandangannya tidak kalah dengan pantai Indryanti. Sebab yang membedakan hanya kemudahan menuju akses ke lokasi,” tutur Dedy.
Hal senada diungkapkan oleh Sri Rejeki, salah seorang pemilik warung makan di Pantai Poktunggal. Menurut dia, dari sisi fasilitas banyak sudah yang diperbaiki, salah satunya instalasi listrik. Sejak awal tahun ini, listrik dari PLN sudah mengalir sehingga warga dapat beraktivitas di malam hari di pantai.
Namun demikian, sambung Sri, untuk kondisi jalan masih butuh perhatian karena banyak yang rusak. “Ya harapannya itu bisa diperbaiki sehingga pengunjung lebih mudah ke Poktunggal sehingga keberadannya lebih banyak dikenal dan bisa bersanding dengan pantai-pantai lain di Gunungkidul,” ujar Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.