Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi proyek pembangunan perumahan (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis)
Sejumlah proyek pembangunan pemerintah di Gunungkidul mulai dikerjakan lembur.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyadari adanya potensi keterlambatan pengerjaan proyek infrastruktur tahun ini. Guna mengurangi potensi tersebut, beberapa kegiatan sudah dikerjakan siang dan malam. Diharapkan dengan lembur, pembangunan dapat selesai sebelum akhir tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan untuk tahun ini ada beberapa program fisik yang memiliki nilai besar. Secara umum beberapa proyek seperti pembangunan Jembatan Watusigar, RSUD Tipe D di Saptosari hingga pembangunan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) milik pemkab sudah berjalan.
Namun demikian, sambung Eddy, ada beberapa program yang harus terus diawasi sehingga pengerjaan dapat selesai tepat waktu. Salah satu sorotan terhadap pembangunan yang belum sesuai harapan dapat dilihat pada pembangunan gedung untuk kantor Dinas Koperasi dan UKM. Menurut dia, perkembangan belum sesuai harapan sehingga butuh penekanan agar dapat sejajar dengan program infrastruktur lainnya yang dimiliki pemkab.
“Kalau dibandingkan dengan pembangunan yang lain, pembuatan gedung dinas koperasi dan UKM agat tertinggal jadi agar bisa selesai tepat waktu akan terus kami awasi,” kata Eddy kepada Harian Jogja, Senin (23/10/2010).
Menurut dia, selain terus melakukan peningkatan dalam pengawasan, juga telah meminta kepada rekanan agar meningkatkan intensitas kinerja dengan menambah tenaga kerja hingga waktu pengerjaan dengan sistem lembur. Terbukti, kata Eddy, imbauan dari dinas dapat dipatuhi oleh rekanan karena beberapa proyek seperti pembangunan kantor kecamatan Wonosari dan gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) telah dikerjakan secara lembur siang dan malam.
“Coba lihat di dua kantor ini, siang dan malam terus dikerjakan. Mudah-mudahan dengan sistem lembur ini makin mempercepat dalam proses penyelesaian,” ujar dia.
Dia pun berharap sistem pengerjaan lembur dapat diikuti kontraktor yang lain sehingga program dapat selesai tepat waktu. “Untuk sekarang memang masih dalam pengawasan, tapi kalau dalam perkembangan ada rekanan yang tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan, maka kami siap memberikan teguran hingga penjatuhan sanksi,” tegas Eddy.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi berharap kepada pemkab agar benar-benar melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan infrastruktur yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Selain itu, kualitas pengerjaan dapat sesuai dengan standarisasi yang ada. “Kami akan bantu dalam pengawasan, tapi pemkab juga harus terus mengawasi dan kalau perlu memberikan teguran dan sanksi kepada rekanan yang tidak serius dalam pengerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya kedaulatan kelautan dalam cara pandang geopolitik
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 24 Mei 2026. Simak jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja di Prambanan jadi momentum edukasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.