PBB Gunungkidul Tembus Rp23,4 Miliar, 55 Kalurahan Dapat Apresiasi
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
Sejumlah kendaraan melintas di taman dengan tulisan Gunungkidul di kawasan Patuk yang menjadi salah satu spot foto bagi warga yang datang ke Gunungkidul, Jumat (23/7/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan meraih penghargaan adipura di tahun depan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan meraih penghargaan adipura di tahun depan. Target itu bukan perkara mudah karena masih banyak yang harus diperbaiki agar mimpi tersebut dapat benar-benar diwujudkan.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, target tinggi telah dicanangkan dalam hal lingkungan. Diharapkan di tahun depan, Gunungkidul sudah mampu meraih penghargaan adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Untuk penilaian di tahun ini, kita [pemkab] belum berhasil karena nilai yang diperoleh belum memenuhi angka untuk meraih adipura,” kata Drajad kepada wartawan, Kamis (2/11/2017).
Menurut dia, berbagai catatan dalam penilaian tahun ini juga dijadikan dasar untuk penetapan target di penilaian berikutnya. Selain itu, agar penghargaan adipura dapat dibawa pulang, pemkab juga telah menyiapkan berbagai program mulai dari gerakan penghijauan, pengelolaan sampah terpadu hingga kebersihan lingkungan.
“Dari pusat sudah ada tim yang melakukan survey. Jadi hasil pemantauan itu juga dijadikan dasar untuk perbaikan sehingga target adipura bisa diraih di tahun depan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul Badingah. Menurut dia, untuk mendapatkan adipura harus memeroleh nilai 75 secara keseluruhan. Namun saat pemberian penghargaan di tahun ini, nilai yang diperoleh baru di kisaran angka 73.
“Ini yang harus ditingkatkan. Jadi agar penghargaan tersebut dapat dibawa pulang, maka semua pihak harus bekerjasama mulai dari pemerintah, pihak swasta hingga masyarakat,” kata Badingah.
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Handayani Anton Supriyadi meminta kepada pemkab untuk benar-benar serius apabila ingin meraih penghargaan adipura di 2018. Menurut dia, berdasarkan hasil penilaian yang lalu, masih banyak yang harus diperbaiki.
Salah satu catatan ini di antaranya menyangkut keberadaan Sungai Besole yang membelah Kota Wonosari. Sungai itu dinilai belum mencerminkan kebersihan lingkungan sehingga berpengaruh terhadap penilaian adipura.
“Kondisinya sangat kumuh dan banyak sedimentasi sehingga butuh program revitalisasi agar fungsi sungai kembali normal,” kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memberi penghargaan kepada 55 kalurahan yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Simak target dan realisasinya.
Hyundai menyiapkan SUV listrik ringkas IONIQ P yang diproduksi di India. Model ini menyasar pasar EV massal dengan harga terjangkau
Kylian Mbappe kehilangan sejumlah sponsor di China setelah video wawancaranya soal Mao Zedong viral. Dongpeng, Mengniu, dan Milkground putus kerja sama.
Kemenimipas membuka 32 formasi mutasi ASN auditor 2026. Simak jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, ketentuan, dan cara mendaftar.
LiveBench merilis daftar 15 model AI terbaik 2026. Claude dari Anthropic mendominasi tiga posisi teratas, disusul model OpenAI dan pesaing lainnya.
Transaksi QRIS memudahkan pembayaran sehari-hari, tetapi pengeluaran perlu dikendalikan. Simak empat tips mengatur keuangan agar tidak boros.