Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi buah durian (JIBI/Solopos/Dok.)
Dalam festival juga akan diisi dengan pameran seribu bunga matahari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Setelah terhenti selama dua tahun, Festival Durian di Gogor Park, di Dusun Ngasemayu, Salam, Patuk kembali digelar. Rencananya festival ini berlangsung selama tiga hari mulai 1-3 Desember mendatang.
Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi mengatakan, festival durian di Kecamatan Patuk merupakan agenda rutin yang diseleggarakan setiap tahun. Namun, sejak 2015 lalu, festival berhenti digelar karena buah durian yang dihasilkan mengalami kegagalan. Cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua tahun terakhir membuat panen yang dihasilkan sangat minim sehingga festival dihentikan sementara waktu.
“Tapi untuk tahun ini panennya sangat banyak. Jadi, pencinta durian dapat datang ke festival karena acara kembali digelar,” kata Ambar kepada wartawan, Minggu (19/11/2017).
Festival durian akan diselenggarakan tiga hari mulai 1-3 Desember. Di dalam festival akan diisi berbagai kegiatan mulai dari kontes, lelang, hingga bazar durian. Selain itu, dalam festival juga akan diisi dengan pameran seribu bunga matahari. “Sudah dipersiapkan dan puncak acara festival dilaksanakan pada Minggu [3/12/2017],” ungkapnya.
Ambar berharap agar kegiatan festival dapat berjalan dengan sukses dan mendatangkan ribuan pengunjung. Penyelenggaraan festival memiliki banyak manfaat. Selain untuk lebih mengenalkan komoditas asli buah durian asal Patuk, juga untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki. “Jadi Festival Durian bisa menjadi ajang promosi pariwisata di Gunungkidul, khusunya di wilayah Patuk,” ujar mantan Camat Ponjong ini.
Ambar mengungkapkan, untuk sisi objek wisata, Patuk memiliki sejumlah destinasi yang menarik dikunjungi seperti air terjun kandang, gunung api purba Nglanggeran hingga kawasan gogor park di Salam. Sementara itu, untuk komoditas pertanian yang menjadi unggulan di antaranya kakao, durian hingga pengembangan bunga krisan. “Khusus untuk durian, Patuk sudah memiliki jenis buah sendiri yang dikenal dengan vairetas Kencono Rukmi,” imbuhnya.
Terpisah, salah seorang warga Wonosari Anjar Ardityo mengaku sudah mendapatkan informasi tentang kembali digelarnya festival durian di Patuk melalui media sosial. Sebagai pencinta durian, ia pun akan mendatangi acara tersebut. “Sebelum tahu akan adanya festival, saya sudah berburu durian ke wilayah Patuk. Jadi, pada saat puncak acara saya akan datang untuk mencicipi enaknya durian asli Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.