BPBD Gunungkidul Ajak Komunitas Agama Terlibat Mitigasi Bencana
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.
Wartawan Harian Jogja, Irwan A. Syambudi memberikan pelatihan jurnalistik di SMKN 2 Gedangsari, Selasa (28/11/2017). (M. Zakaria Saputra)
Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim bersama dengan Harian Jogja mengadakan pelatihan jurnalistik bagi murid SMP dan SMK
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim bersama dengan Harian Jogja mengadakan pelatihan jurnalistik bagi murid SMP dan SMK. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi dikalangan siswa.
Corporate Communication (YPA-MDR) Cahya Gumila mengatakan pelatihan yang dilaksanakan untuk sejumlah sekolah binaan YPA-MDR itu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan menulis siswa. “Selain itu kami juga ingin menumbuhkan budaya literasi kepada para siswa,” kata dia, Selasa (28/11/2017).
Dalam pelatihan yang di laksanakan di SMKN 2 Gedangsari tersebut, dirinya berharap agar para siswa dapat semakin intens menulis. Terutama menuliskan tentang sejumlah kegiatan yang selama ini banyak dilakukan bersama dengan YPA-MDR.
Bagi siswa yang dapat menuliskan hasil kegiatan di sekolah, pihaknya akan memfasilitasi dengan menyediakan media untuk publikasi. “Nanti tulisan siswa-siswa binaan kami akan kami tampilkan baik di website, media sosial, buletin, ataupun majalah yang kami miliki. Ini sebagai wujud apresiasai buat mereka yang telah mau menulis,” kata Cahya.
Sementara itu, Wartawan Harian Jogja, Irwan A. Syambudi dalam kesempatan tersebut memberikan pemaham dasar terkait dengan jurnalistik. Dia menyampaikan tentang tata cara dalam penulisan berita, dan bagaimana proses dalam pembuatan berita mulai proses pencarian data-data dilapangan hingga penulisan untuk diterbitkan di media cetak.
Menurut dia, untuk membuat berita tidaklah sulit karena dalam proses tersebut dibutuhkan kemauan hingga proses pembelajaran yang terus berkelanjutan. “Tidak sulit, hanya perlu sering dilatih terus menerus-menerus saja. Karena pada dasarnya semua orang itu bisa menulis, yang membedakan adalah seberapa tekun dia melakukannya,” ujarnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Cahyo Sulistiyanto mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang tata cara menulis berita. Dia juga yakin kini sudah dapat membedakan antara tulisan berita dan tulisan bukan berita. “Kalau berita itu tulisan dari suatu peristiwa berdarkan fakta, kalau ada ditambahkan pendapat penulis namanya bukan berita,” kata dia.
Siswa yang berasal SMKN 1 Pandak, Kabupaten Bantul itu mengaku akan mencoba dan berlatih untuk membuat tulisan berita. Terlebih YPA-MDR telah menyediakan ruang bagi semua siswa binaanya agar menuliskan semua kegiatan sekolah yang menarik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.
KAI Daop 6 Yogyakarta membuka pemesanan tiket kereta keberangkatan 1 Desember 2026 melalui Access by KAI mulai 1 November.
Polri akan mendalami keluhan penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk Propam.
Anggota DPRD Sleman Respati Agus Sasangka menindaklanjuti keluhan sampah di Pasar Cebongan dengan mengusulkan penggunaan insinerator dan optimalisasi mesin komp
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.