HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Pengendara melewati jalan yang berlobang di Jalan Gito Gati, Ngaglik, Jumat (8/12/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jalan sepanjang Gito Gati Sleman, mulai Sariharjo hingga Denggung dinilai sudah tidak layak
Harianjogja.com, SLEMAN- Jalan sepanjang Gito Gati Sleman, mulai Sariharjo hingga Denggung dinilai sudah tidak layak. Sebabnya, ratusan lobang ditemukan jalan yang berstatus jalan Provinsi tersebut.
Suharyawan, warga Sariharjo Ngaglik menilai, sepanjang jalan Gito Gati mulai dari perempatan Kamdanen, perempatan Grojogan, hingga perempatan Denggung sudah sepantasnya ditingkatkan.
Alasannya, sepanjang jalan tersebut banyak lobang yang membahayakan pengguna jalan. "Terutama kendaraan roda dua. Sudah tidak layak [jalannya]," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (8/12/2017).
Banyaknya lobang di sepanjang jalan tersebut selain dikarenakan faktor usia juga sering dilewati kendaraan berat. Selain itu, hujan yang turun berhari-hari saat badai Cempaka beberapa waktu lalu turut memperparah kerusakan jalan.
"Jalan ini sudah rusak sekitar tiga tahunan tapi perbaikan hanya menambal jalan yang berlobang saja," ujarnya.
Hal senada disampaikan Nurkhalik, warga Sardonoharjo, Ngaglik. Selain Gito Gati, katanya, jalan Kapten Haryadi dari perempatan Kemdanen hingga Jalan Kaliurang juga dipenuhi oleh lobang. Menurutnya, kondisi jalan Kapten Haryadi juga perlu diperbaiki.
"Saking bahayanya, beberapa hari lalu ada warga yang berinisiatif menanami pohon pisang pada lobang itu," katanya.
Hal itu bertujuan untuk mencegah timbulnya kecelakaan. Berdasarkan pantauan Harian Jogja di sepanjang jalan Gito Gati dan Kapten Hariyadi banyak ditemukan lobang yang menganga cukup lebar dan dalam. Beberapa kali pengguna sepeda motor terjeglog lobang tersebut meski tidak sedikit yang berupaya menghindar.
"Bahaya kalau kecelakaan. Apalagi kalau musim hujan. Lobangnya nggak terlihat. Sebenarnya sering juga kasus laka karena jalan ini jalan altenatif tapi ramai dengan kendaraan bermotor," katanya.
Tidak hanya jalan berstatus jalan provinsi, jalan berstatus jalan kabupaten juga banyak berlobang. Seperti di beberapa titik sepanjang jalan Kabupaten. Ada pula jalan berlobang di Selatan Puskesmas Ngemplak I sampai depan SMA Negeri Ngemplak I.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY Bambang Sugaib mengakui kerusakan di ruas jalan tersebut. Hanya saja, pihaknya hanya bisa melakukan penambalan pada jalan-jalan yang berlobang. "Ini sesuai kemampuan anggaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Komisi A DPRD Jogja mendorong adanya kendala pemerintahan digital dan memperkuat audit eksternal untuk meningkatkan layanan publik.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena dan tiga personel dinonaktifkan serta diperiksa Propam Polri terkait penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.