Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Sarana komunikasi merupakan pendukung pengembangan wisata
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Karnila Sari menilai keberadaan sinyal telekomunikasi di destinasi wisata harus masuk skala priorotas. Pasalnya, fasilitas tersebut juga sebagai salah satu pendukung untuk pengembangan wisata yang ada di Bumi Handayani.
“Sinyal handphone sekarang menjadi penting karena sudah menjadi kebutuhan mendasar manusia. Jadi untuk pengembangan yang lebih baik, maka fasilitas itu harus disediakan,” kata Nila, sapaan akrabnya saat dihubungi Harianjogja.com, Kamis (1/2/2018).
Menurut dia, dengan adanya sinyal maka setiap wisatawan akan tetap terghubung dengan dunia luar sehingga tidak merasa berada di tempat yang asing. “Kalau ada sinyal maka pengunjung bisa tetap eksis. Sebagai contoh saat datang ke lokasi wisata, bisa langsung foto dan menggunggahnya ke dunia maya sehingga ikut mempromosikan. Tapi kalau tidak ada, harus menunggu lebih lama untuk bisa diunggah ke media sosial,” ungkapnya.
Selain masalah keberadan sinyal di lokasi wisata, Nila juga menyoroti akses menuju lokasi wisata. Menurut dia, masih banyak jalan yang rusak sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung. “Ini harus diperhatikan dan dicarikan solusi. Keberadaan sarana prasarana pendukung yang baik maka akan berdampak terhadap pesatnya perkembangan destinasi wisata yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 31 Mei 2026 lengkap. Simak jam berangkat, tips tiket, dan keunggulan kereta bebas macet.
BMKG prakirakan cuaca Jogja 31 Mei 2026 didominasi berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi tiap wilayah DIY di sini.
KCIC memprediksi penumpang Whoosh naik 15% saat libur Waisak dan Hari Lahir Pancasila, dengan okupansi mencapai lebih dari 80%.
Fenomena api misterius di Seyegan, Sleman, diduga dipicu gas metana. FT UGM merekomendasikan pemasangan blower dan perbaikan sirkulasi udara.
Blackout Sumatra menjadi sorotan. ITB menilai variabilitas cuaca akibat perubahan iklim menambah tantangan stabilitas sistem listrik modern.