Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Water byur wahana bermain air di Ponjong.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Membahas potensi wisata di Gunungkidul tidak akan pernah habisnya. Berbagai destinasi dan karakteristik wisata hampir merata di seluruh wilayah.
Salah satunya adalah objek wisata water byur di Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong yang memanfaatkan keberadaan sumber air di kawasan tersebut. Awalnya, sumber air Ponjong hanya dimanfaatkan untuk mengairi sawah, pemeliharaan ikan hingga sarana pelengkap kebutuhan bagi warga sekitar.
Namun sejak 2012 lalu, pemerintah desa setempat memanfaatkan sumber tersebut untuk membuat kolam air lengkap dengan wahana untuk bermain. Sepintas, keberadaan water byur tidak jauh berbeda dengan arena di wilayah lain. Hanya saja, perbedaan bisa terlihat saat memasuki kawasan, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan alam khas pedesaan dengan lahan pertanian yang membentang di sekitarnya.
Di dalam arena sendiri terdapat dua buah kolam renang dengan spesifikasi yang berlainan. Kolam sebelah barat mempunyai kedalaman 150 meter yang ditujukan untuk pengunjung dewasa, sementara kolam sebelah timur yang hanya mempunyai kedalaman 50 cm dibangun untuk pengunjung anak-anak.
Tak hanya itu, di sekitar area kolam juga dilengkapi dengan gazebo-gazebo bambu yang disediakan untuk beristirahat setelah lelah bermain. Selain itu, di sebelah kolam juga terdapat wahana becak air yang disediakan pengelola untuk pengunjung.
“Rencananya kami akan menambah satu kolam lagi untuk anak-anak balita,” kata Direktur Badan Usaha Milik desa (BUMDes) Ponjong Anang Sutrisno Jumat (2/2/2018).
Menurut dia, water byur sudah menjadi ikon di Kecamatan Ponjong. Keberadaan wahana ini, kata Anang, tidak lepas dari program pemerintah desa untuk menggali potensi yang dimiliki. “Berhubung kami banyak sumber air, maka potensi itu dimanfaatkan untuk membuat kolam water byur lengkap dengan arena bermainnya,” ungkapnya.
Anang menjelaskan, keberadaan wahana ini bukan semata-mata hanya untuk ajang bermain. Namun yang paling penting, dari pengelolaan itu menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa. “Ya hasilnya lumayan. Sedang untuk tingkat kunjungan, setiap tahun tidak kurang 50.000 orang datang ke water byur,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.