Pantai Drini Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.
Sudah ada sekitar 300 agen pangan yang siap
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pelaksanaan program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di Gunungkidul belum ada kejelasan hingga sekarang. Namun, sudah ada sekitar 300 agen pangan yang siap menyukseskan program tersebut.
Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesra, Setda Gunungkidul Suyono mengatakan, pelaksanaan BPNT masih harus menunggu instruksi dari kementerian sosial. Hanya saja, lanjut dia, Pemkab Gunungkidul sudah mulai melakukan persiapan, salah satunya dengan menyiapkan agen pangan yang digunakan untuk penukaran komoditas dari bantuan.
“Sambil menunggu putusan dari pusat, kami mulai melakukan berbagai persiapan mulai dari agen untuk penukaran komoditas pangan hingga validasi terhadap data calon penerima manfaat,” kata Suyono kepada wartawan, Sabtu (4/2/2018).
Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 300 calon agen pangan yang siap menjadi lokasi penukaran bantuan. Meski demikian, pemkab tidak bisa memberikan keputusan karena kewenangan tersebut berada di Bank Mandiri selaku bank yang menangani program BPNT.
“Semua masih sebatas usulan. Untuk kepastian, pihak bank akan melakukan verifikasi apakah agen tersebut bisa menyalurkan bantuan atau tidak. Jadi kepastian untuk agen pangan berada di Bank Mandiri,” ungkapnya.
Suyono menjelaskan, proses verifikasi dibutuhkan untuk mengetahui kelayakan calon agen dalam menyalurkan bantuan. “Dalam penyaluran bantuan akan dilengkapi dengan mesin EDC, jadi segala fasilitas pendukung harus dipersiapkan sebelum program dijalankan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di Pantai Drini. Lahan 2 hektare disiapkan dengan potensi bantuan hingga Rp22 miliar.
KPK menyita Rp59 juta dan uang asing dari rumah Silmy Karim serta meluruskan isu viral terkait barang bukti OTT imigrasi.
Ratusan mahasiswa demo di Bundaran HI tertahan polisi di Jalan MH Thamrin karena alasan keamanan dan kelancaran lalu lintas.
DLH Kulonprogo pastikan layanan kebersihan tetap normal meski harga Pertamax naik. Anggaran dan bus sekolah ikut dievaluasi.
BPJS Kesehatan Wilayah VI memperkuat layanan JKN di Jateng-DIY melalui skrining, kesehatan mental, dan inovasi digital berbasis AI.
Daftar kuda hitam Piala Dunia 2026 paling berbahaya: Maroko, Jepang, Norwegia hingga Turki berpotensi bikin kejutan besar di turnamen.