Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogja menampilkan berbagai pentas seni di Panggung Utama Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY)
Harianjogja.com, JOGJA - Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogja menampilkan berbagai pentas seni di Panggung Utama Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), Kamis (1/3/2018).
Penampilan secara beruntun itu dilakukan berbagai perwakilan dari jenjang TK, SD hingga SMP Kalam Kudus. Ratusan pengunjung memadati panggung utama saat Sekolah Kalam Kudus mulai menampilkan berbagai pentas seni tersebut.
Tim Promosi Sekolah Kristen Kalam Kudus Jogja Elizabeth Pradipta menjelaskan, setiap pelaksanaan PBTY pihaknya mendapatkan undangan untuk turut meramaikan panggung dengan berbagai pentas seni dari para siswanya.
Adapun para siswa yang tampil sebagian besar merupakan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Sehingga saat akan menggelar pentas tidak harus berlatih dengan keras karena latihan sudah dilakukan secara rutin dalam sepekan di luar jam sekolah. Sekolahnya memiliki berbagai kegiatan di luar jam pembelajaran sesuai dengan bakat setiap siswa.
"Begitu ada jadwal tampil, langsung saja jadi tidak perlu berlatih lama karena sudah menjadi kebiasaan berlatih di ekskul rutin sesuai minat bakat siswa. Untuk acara PBTY ini setiap tahun Sekolah Kalam Kudus selalu mendapatkan undangan untuk mengisi panggung," terangnya di sela-sela acara PBTY, Kamis (1/3/2018) petang.
Ia menambahkan, respons orang tua siswa dengan kegiatan tersebut sangat positif. Meski sempat turun hujan pada Kamis (1/3/2018) sore namun siswa dan orang tua tidak ada yang absen, mereka datang untuk menonton langsung penampilan para siswa Kalma Kudus.
"Antusias sekali untuk orang tua, semua datang, mungkin karena ingin menyaksikan anak-anak tampil sehingga menyempatkan waktu untuk datang," ujarnya.
Dalam penampilan di PBTY kemarin setidaknya melibatkan sekitar 126 anak dengan 11 penampilan, terdiri atas TK dan SD masing-masing empat penampilan dan SMP tiga penampilan seni.
Antara lain, paduan suara, menyanyi solo mandarin, dance, puisi mandarin ensemble dan beberapa lainnya. "Kebetulan kami ada program tiga bahasa juga," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina