Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Suasana Pengadilan Negeri Jogja. /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Belasan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Kembang (Sarkem) akan menggelar aksi di PN Jogja, Kamis (5/4/2018). Aksi digelar dengan mengikat kepala bertulis "Save Pasar Kembang".
Sekretaris Paguyuban PKL Sarkem Efriyon mengatakan aksi tersebut dilakukan saat sidang gugatan pedagang pasar kembang yang tergusur kembali dilanjutkan hari ini.
"Mohon dukungan rekan-rekan media untuk mewartakan kronologi yang sesungguhnya ke masyarakat terkait penggusuran ini," katanya, sebelum aksi digelar kepada Harianjogja.com.
Menurutnya, sejak delapan bulan lalu penggusuran dilakukan oleh Pemkot Jogja. Sayangnya hingga saat ini tidak ada kompensasi dan solusi dari Pemkot kepada para pedagang. "Ini sangat perlu diberitahukan kepada masyarakat agar mengerti bagaimana keadaan yang sesungguhnya," ujarnya.
Jumlah PKL yang terlibat aksi, katanya semakin banyak semakin baik. "Kita hanya mengikuti sidang dengan menggunakan ikat kepala "Safe Pasar Kembang"," kata Efriyon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.