Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Monumen Serbuan Kotabaru./Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk menggali dan mengingat kembali peristiwa Kotabaru, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja akan menggelar seminar sejarah dan jelajah budaya. Pelaku sejarah peristiwa serbuan Kotabaru akan dihadirkan pada seminar tersebut.
Kepala Seksi Sejarah Disbud Kota Jogja Tri Sotya Atmi menjelaskan masa penjajahan Belanda dan Jepang memiliki kisah perjuangan yang cukup menguras emosi, tenaga dan pikiran. "Jepang turut menduduki Kota Jogja. Adanya tentara Jepang yang menduduki wilayah Kotabaru melatarbelakangi para pejuang untuk melakukan serbuan," katanya kepada HarianJogja.com, Senin (9/4/2018).
Selain itu, masih adanya bendera Jepang yang berkibar di Gedung Agung juga menyulut semangat perjuangan. Serbuan para pejuang di Kotabaru tersebut menyebabkan 21 pejuang gugur. Selanjutnya, nama-nama pejuang tersebut dijadikan nama jalan. Seperti Faridan M Noto, I Dewa Nyoman Oka, dan Atmo Sukarto. Dari pihak Jepang ada 27 tentara yang tewas dan 360 tentara lainnya dimasukkan ke penjara Wirogunan.
Untuk menggali peristiwa sejarah tersebut, Disbud menggelar Seminar Sejarah pada Rabu (11/4/2018) di Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman. "Kami mengangkat tema Mengenang Peristiwa Serbuan Kotabaru. Tema ini penting mengingat pentingnya peristiwa itu bagi rakyat Indonesia," katanya.
Disbud ingin mengajak masyarakat untuk ikut menggali dan mengingat kembali peristiwa bersejarah yang terjadi di Kota Jogja. Selain untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat, seminar tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme.
Selain menghadirkan ahli sejarah dari Balai Pelestari Nilai Budaya DIY Darto Harnoko, pada seminar tersebut juga dihadirkan Sejarahwan UNY Sardiman dan unsur TNI AD Letkol Caj. Aris Harliyadi. "Kami hadirkan pelaku sejarah serbuan kotabaru yang saat ini masih hidup. Bapak Samdi, saat ini usianya 90 tahun," katanya.
Untuk mengetahui alur Serangan Kotabaru, Disbud selanjutnya menggelar Jelajah Budaya pada Kamis (12/4/2018). Pada kegiatan tersebut, peserta diajak untuk melihat kembali spot-spot yang memiliki nilai historis terkait Serbuan Kotabaru. Mulai Museum Sandi, Kantor Asuransi Jiwasraya, SMPN 5 Jogja, Rumah Sakit dr. Soetarto, SMA Bopkri I hingga Monumen Tetengger Serbuan Kotabaru. "Kami mengajak sejumlah komunitas, desa budaya, guru dan siswa untuk mengikuti Jelajah Budaya ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan