Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi pengemis jalanan/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA-Gelandangan dan pengemis (gepeng) di DIY merasa penertiban oleh aparat masih diliputi kekerasan dan intimidasi.
Agus, salah satu anggota Forum Komunikasi Masyarakat Arus Bawah (Forkomaba) menilai upaya penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja maupun DIY masih kerap dihiasi dengan kekerasan dan intimidasi.
"Dalam pelaksanaan penertiban, masih ada oknum [Satpol PP] yang masih melakukan kekerasan dan intimidasi. Petugas hanya menjalankan instruksi pimpinan, tapi belum tentu di lapangan seperti itu," katanya saat gelar perkara penanganan gelandangan dan pengemis di Kantor Lembaga Ombudsman (LO) DIY, Selasa (17/4/2018).
Atas hal-hal itu, Agus mempertanyakan sikap pimpinan Satpol PP Kota dan DIY saat mengetahui adanya tindakan kekerasan para anak buahnya itu.
"Kalau masih ada oknum yang masih melakukan tindakan sewenang-wenang, apakah ada sanksi dan pimpinan tahu hal ini?"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.