HUT ke-81 RI, Pekerja Seni Budaya Pakem Dapat Perlindungan BPJamsostek
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
Harianjogja.com, JOGJA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jogja mulai lakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih Pemilu 2019. KPU pun akan memfasilitasi para mahasiswa luar daerah yang tinggal di Jogja.
Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki KPU, terdapat sekitar 380.000 mahasiswa di DIY. "Dari jumlah tersebut ada lebih dari 75 persen mahasiswa dari luar daerah. Tentunya kami fasilitasi. Akan kami tanyakan apakah memilih di sini atau di daerah," katanya, Selasa (17/4/2018).
KPU, lanjut Hamdan, akan memberikan kemudahan bagi para mahasiswa luar daerah. Beberapa program kerja sama juga dilakukan dengan kampus-kampus untuk menfasilitasi kegiatan KPU.
"Data pemilih itu menggunakan sistem de jure, datanya disesuaikan dengan data asal daerahnya. Tapi kami tidak tahu apakah yang bersangkutan mau memilih di sini atau asal daerahnya. Ini akan ditanyakan ke mahasiswa," ujarnya.
Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budiyanto menjelaskan terdapat 304.926 pemilih yang masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Masing-masing terdiri dari 146.358 laki-laki dan 158.568 perempuan. Seluruh data tersebut akan dicoklit hingga 17 Mei mendatang.
"Proses coklit dilakukan oleh 1.365 pantarlih berdasarkan hasil perekaman KTP elektronik," katanya.
Warga yang domisili di luar daerah atau pemilih yang belum masuk dalam daftar, akan masuk dalam form khusus sebagai pertimbangan dalam DP4 tambahan.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika belum masuk DP4. Pantarlih tidak sekadar mencocokkan daftar pemilih sesuai DP4 tetapi juga pemilih baru, baik pensiunan TNI/Polri atau warga yang sudah berusia 17 tahun," jelasnya.
Hasil coklit tersebut menjadi pertimbangan bagi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam menyusun daftar pemilih sementara (DPS).
"Bila masa coklit ada warga yang belum terdata, masih tetap ada kesempatan luas. Warga diminta berperan aktif melapor ke kelurahan setempat atau PPS guna dilakukan pemutakhiran data," kata Wawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Badan Geologi bergabung ke BMKG dinilai dapat mempercepat peringatan dini bencana dan mengurangi duplikasi kerja serta hambatan data.
Bupati Magelang mengapresiasi kinerja Bank Bapas 69 yang menjaga NPL sekitar 5 persen dan terus mendorong pembiayaan UMKM.
Malaysia menyiapkan aset untuk membantu pemadaman karhutla di Indonesia, tetapi masih menunggu konfirmasi dan izin dari pemerintah Indonesia.
Dishub Jogja menjaring 24 kendaraan dalam operasi gabungan di Jalan Bantul. Mayoritas pelanggaran terkait masa berlaku uji KIR.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY resmi membuka Yogyakarta Komik Week 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Selasa (8/9/2026).