Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Ilustrasi tsunami. (JIBI/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul kini sudah bisa mengelola gedung tempat evakuasi sementara (TES) jika terjadi bencana tsunami yang ada di wilayah Kuwaru, Poncosari, Srandakan.
Gedung tiga lantai yang selesai dibangun sejak 2016 itu resmi diserahkan ke Pemkab Bantul oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (26/4/2018).
Gedung TES yang dibangun di atas lahan sekitar 3.000 meter persegi itu merupakan tempat penampungan sementara ketika ada bencana tsunami. Gedung itu didesain dengan banyak pilar dan sedikit dinding tembok dengan harapan jika terjadi tsunami gedung tetap kokoh.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Suharno mengatakan proses penyerahan pengelolaan gedung TES juga ditandai dengan simulasi bencana tsunami yang diikuti seribuan orang.
"Jadi ketika ada potensi tsunami masyarakat terutama dari wilayah Pandansimo sampai Cangkring bisa berlindung di gedung TES sebelum penanganan lebih lanjut," kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Cristiano Ronaldo terancam skorsing 1–6 bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Pengakuannya berpeluang meringankan hukuman.
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Kirana Larasati membantah terlibat dalam dugaan penipuan investasi emas Rp25 miliar. Ia mengaku telah memutus kontrak dan siap kooperatif.
DPRD Bantul mendorong OPD memperjelas larangan judi online bagi ASN dalam aturan tertulis agar pengawasan dan sanksi memiliki dasar yang jelas.
Arema FC bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menahan Bhayangkara Presisi Lampung FC 2-2. Marcos Vinicius dan Otusanya mencetak gol.