Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi tsunami. (JIBI/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul kini sudah bisa mengelola gedung tempat evakuasi sementara (TES) jika terjadi bencana tsunami yang ada di wilayah Kuwaru, Poncosari, Srandakan.
Gedung tiga lantai yang selesai dibangun sejak 2016 itu resmi diserahkan ke Pemkab Bantul oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (26/4/2018).
Gedung TES yang dibangun di atas lahan sekitar 3.000 meter persegi itu merupakan tempat penampungan sementara ketika ada bencana tsunami. Gedung itu didesain dengan banyak pilar dan sedikit dinding tembok dengan harapan jika terjadi tsunami gedung tetap kokoh.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Suharno mengatakan proses penyerahan pengelolaan gedung TES juga ditandai dengan simulasi bencana tsunami yang diikuti seribuan orang.
"Jadi ketika ada potensi tsunami masyarakat terutama dari wilayah Pandansimo sampai Cangkring bisa berlindung di gedung TES sebelum penanganan lebih lanjut," kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.
Perda nelayan Kulonprogo didorong untuk memperkuat perlindungan, kapasitas, dan keberlanjutan usaha nelayan, pembudidaya ikan, serta petambak garam.
Witan Sulaeman mengungkap suasana ruang ganti Persija setelah menang 2-1 atas Persib dan optimistis memburu gelar juara Super League 2026/2027.
Keluarga penumpang Virgo Transport 8 masih menanti kabar setelah kapal kecelakaan di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang telah dievakuasi.
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.