Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Siswa SMK Muhammadiyah Wonosari mengikuti wisuda akhirussanah ke XVII TPA Baitul Ilmi yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Wonosari, Selasa (1/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ratusan siswa kelas X SMK Muhammadiyah Wonosari mengikuti wisuda akhirussanah ke XVII TPA Baitul Ilmi yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Wonosari, pada Selasa (1/4/2018). Acara yang berlangsung sejak pukul 7.30 WIB itu berlangsung lancar dan khidmat.
Kepala SMK Muhammadiyah Wonosari Tsulistianta Subhan Aziz mengatakan wisuda tersebut merupakan tanda kelulusan bagi 254 siswa kelas X yang telah menempuh pendidikan membaca Al-Quran selama satu tahun di TPA Baitul Ilmi, SMK Muhammadiyah Wonosari. "Ini juga sebagai apresiasi kami karena siswa telah dinyatakan lulus dan siap terjun ke masayarakat untuk berguna khususnya di bidang keagamaan," jelasnya.
Adapun tujuan penyelenggaraan pendidikan Al-Quran di sekolah tersebut dimaksudkan untuk menanamkan nilai yang terkandung dalam kitab suci umat Islam itu. "Siswa tidak hanya sekadar bisa membaca [Al-Quran] lebih dari itu harapan kami mereka bisa memahami dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dalam Al-Quran," ujar Aziz.
Aziz mengungkapkan saat ini realita kehidupan itu keras. Alhasil jika tidak dibarengi dengan ilmu agama khususnya yang terkandung dalam Al-Quran maka siswa dikhawatirkan bisa melenceng dari kaidah dan norma. "Oleh karena itu kami selalu berupaya untuk mendidik siswa supaya sesuai dengan ajaran dalam Al-Quran," katanya.
Aziz menjelaskan setelah siswa diwisuda selanjutnya mereka akan diterjunkan ke 60 wilayah di Gunungkidul untuk menjadi bagian dari masyarakat dalam kontribusi keagaaman. Adapun yang akan dilakukan siswa meliputi membantu perkembangan aktivitas masjid serta bisa menjadi penyiar agama Islam. "Sesuai agenda tahunan, nanti pada bulan Ramadhan siswa akan diterjunkan ke masyarakat untuk menjadi penceramah ataupun membantu perkembangan aktivitas masjid," paparnya.
Penerjunan siswa tersebut lanjutnya selain bertujuan membantu masyarakat juga sebagai media pembelajaran bagi siswa untuk dapat bermasayarakat. "Harapan kami mereka [siswa] bisa belajar mengenai cara-cara bermasayarakat yang baik," ujarnya.
Sementara itu salah satu siswa yang mengikuti wisuda, Anggit Nur Efendi mengatakan pembelajaran dalam membaca Al-Quran menurutnya gampang-gampang susah. Namun kendati demikian dia tetap mampu menjalani sehingga lulus dan diwisuda. "Lumayan susah sih, diajarin hapalan dan membaca Iqra kemudian mulai membaca Al-Quran, Alhamdulillah bisa," jelasnya.
Siswa kelas X jurusan Multimedia ini berharap ke depan ilmu dalam membaca Al-Quran yang telah dia pelajari mampu berguna baik untuk dirinya maupun masayarakat sekitar. "Semoga ilmu ini bisa bermanfaat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.