Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Suasana pertemuan yang berujung perdamaian terkait dengan kasus mandi oli yang dialami bocah berinisial ALD di Turi, Sleman, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Perwakilan dari ALD, 14, bocah yang mandi oli karena dihukum setelah mencuri onderdil sepeda motor, bersama pihak pemilik bengkel yang menghukumnya melakukan kesepakatan untuk islah alias berdamai pada Kamis(3/5/2018).
Pemilik bengkel menyesal telah menghukum ALD dan berharap setelah penyelesaian dengan kekeluargaan, masalah akan selesai.
Pemilik Bengkel Arif Alfian didampingi kuasa hukumnya mendatangi keluarga ALD pada Kamis siang di rumah kerabat ALD, di Desa Bangunkerto Kecamatan Turi, Sleman. Ia mengungkapkan rasa bersalahnya dan meminta maaf atas kejadian itu. "Saya minta maaf atas kekhilafan saya, saya dari hati yang paling dalam dan menyesal atas tindakan saya," ungkapnya Kamis.
Sebelumnya kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan agar menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Arif mengatakan setelah adanya islah maka permasalahan selesai. "Harapan kami dengan selesainya di kekeluargaan, selesai juga perkaranya," ungkap Arif.
Kuasa Hukum Pemilik Bengkel Zahru Arqom mengatakan hukum pidana yang ditujukan mengenai kekerasan terhadap anak itu jalan terakhir. "Sebelumnya sudah ada penyelesaian sebelum videonya viral, terus kami datangi ke rumah ALD juga sebagai bentuk kearifan lokal, bahwa di warga itu sudah tidak ada masalah," ujarnya.
Zahru mengatakan agar video yang menjadi viral bisa dihapus untuk menghormati ALD. Video yang menjadi viral tersebut tersebar di media sosial setelah Arif membagikannya di sebuah grup WhatsApp.
Pada pertemuan yang berujung islah itu, ALD tidak hadir karena masih menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemuda desa yang mewakili ALD Rusdianto mengatakan, sudah ada hitam di atas putih antara kedua belah pihak, tidak akan ada pelaporan atas dugaan kekerasan terhadap anak. "Memang kami dari awal juga tidak melaporkan, kasus ini juga sudah kami anggap selesai, karena kami hanya fokus pada kondisi ALD," ungkapnya.
Saat ini menurut Rusdianto, kondisi ALD baik-baik saja. "Besoknya dia langsung sekolah, ya mungkin karena banyak yang mengunjungi, jadi dia ngerasa capek, paling itu saja, kemarin juga dicek kondisi kesehatannya di RS UGM baik-baik saja," kata Rusdianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.