Pasar Dlingo Kekurangan Kios dan Tempat Ibadah

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 04 Mei 2018 10:37 WIB
Pasar Dlingo Kekurangan Kios dan Tempat Ibadah

Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Harianjogja.com, BANTUL-Pedagang Pasar Dlingo meminta Pemerintah Kabupaten Bantul membangun sejumlah fasilitas pendukung demi kenyamanan berdagang. Salah satu fasilitas yang diminta adalah pengadaan tempat ibadah atau musala dan kios. Masih ada pedagang yang belum mendapatkan kios.

Pedagang mengaku selama ini memanfaatkan selasar dan kios untuk beribadah sehingga kurang nyaman. "Kami sudah mengajukan pembangunan musala sejak 2017 lalu tapi belum ada tanggapan," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Dlingo Wartini dalam forum Pelatihan Pedagang Pasar Rakyat di Pasar Dlingo, Kamis (3/5/2018).

Selain musala, Wartini juga meminta perbaikan jalan masuk pasar agar lebih lebar sehingga akses pengunjung lebih leluasa.

Pedagang juga meminta penambahan kios. Total kios yang ada di pasar yang buka setiap Kliwon dan Pahing tersebut sebanyak 200 kios dan sudah terisi semua. Sementara masih ada 35 pedagang yang sebagian besar pedagang kuliner masih belum memiliki kios.

Akibatnya pedagang kuliner tersebut menempati lahan parkir pasar yang seharusnya untuk kendaraan. "Kalau bisa ditata lagi supaya lebih rapi. Pedagang kuliner dibuatkan tempat berjualan," ucap Wartini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online